Pilkada 2020
Kampanye Ramah Lingkungan, Bawaslu Boltim Awasi Pemasangan APK
Tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati masuk pada tahapan pengundian nomor urut. Setelah pengundian nomor urut, akan dilanjutkan masa kampanye
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMAMADO.CO.ID, TUTUYAN - Tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati masuk pada tahapan pengundian nomor urut.
Setelah pengundian nomor urut, akan dilanjutkan dengan masa kampanye.
Tahapn tersebut pun tak lewat dari pemgawasan pihak Bawaslu Boltim.
Bawaslu Boltim mengajak kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati Boltim tahun 2020 harus ramah lingkungan.
Hal tersebut ditegaskan Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Antar Masyarakat (PHH) Susanto Mamonto.
• 21 Sekolah di Kotamobagu Penuhi Standar Nasional Pendidikan, Ini Daftarnya
• Menanti Sejarah di DPRD Sulut
• Direct Call Dibuka, Kini Ekspor Produk Pertanian Asal Sulut Bisa Langsung ke Jepang
Susanto Mamonto menjelaskan, masa kampanye 26 September sampai dengan 5 Desember 2020. Salah satu metode kampanye adalah pemasangan alat peraga kampanye.
"Jadi durasi atau waktu kampanye adalah 71 hari. Mari kita wujudkan kampanye pemilihan yang ramah lingkungan,” ajaknya.
Hal yang sama juga dikatakan Koordinator HP3S Bawaslu Boltim Hariyanto, kampanye pemilihan yang ramah lingkungan salah-satunya tidak merusak pohon.
• 129 Keluarga di Desa Bohabak Terima BLT Dandes Tahap II
• Bolmut Kembali Ketambahan 2 Pasien Positif Covid-19, Kluster Perkantoran Diwaspadai
“Pemasangan APK jangan dipaku di pohon. Paku dapat berpotensi sebagai pintu masuk bagi infeksi penyakit dan bakteri pada pohon. Pohon akan mengalami gangguan proses fisik dan biologis dalam tubuh pohon yang nantinya akan menggangu fisiologis tanaman dan mengurangi tekstur pada kayu,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan pohon akan berkurang karena pohon mudah terinfeksi penyakit jamur dan bakteri yang mengakibatkan pohon tidak lagi memiliki kekebalan dalam menanggulangi hama dan penyakit yang ada pada kulit pohon.
“Dengan rusaknya kulit pohon mengakibatkan tameng pohon tidak ada lagi dalam upaya melindungi batang sebagai tempat yang sentral dan pertumbuhan pohon. Keberadaan pohon di suatu wilayah memiliki manfaat dalam memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan kualitas udara,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, APK jangan dipasang menghalangi pohon melakukan proses fotosintesis, menyalurkan oksigen yang dibutuhkan manusia dan menghisap karbondioksida dari polusi kendaraan bermotor.
"Ingatlah bahwa bumi ini bukan sekedar warisan nenek moyang kita namun milik anak cucu kita. Generasi selanjutnya berhak menikmati lingkungan yang baik dan sehat,” sambung Hariyanto. (ana)
• Elly Lasut Nyatakan Sulut Maju di Tangan Olly-Steven
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bawaslu-boltim-ikut-rakor-titik-pemasangan-apk.jpg)