Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres Amerika Serikat

Jika Kalah dalam Pilpres AS, Donald Trump Enggan Meletakkan Jabatan dengan Damai

Presiden Amerika Serikat ke-45 mengatakan dirinya menolak untuk meletakkan jabatan dengan damai jika kalah dalam Pilpres AS.

Editor: Rizali Posumah
AFP/Jim Watson
Presiden AS Donald Trump duduk dengan tangan bersilang saat diskusi meja bundar tentang Pembukaan Kembali Sekolah-Sekolah Amerika yang Aman selama pandemi, di Ruang Timur Gedung Putih pada 7 Juli 2020, di Washington, DC. 

Bahkan, dia kemudian mengusulkan agar rencana tersebut dibatalkan, di mana jika skenario itu terjadi, dia akan terus berkuasa.

"Singkirkan balotnya dan kalian akan mendapatkan, yah sejujurnya, keberlanjutan kekuasaan. Tidak akan ada serah terima," ujar dia.

Malah dalam salah satu kesempatan, sang presiden menuturkan dia berpikir pemilihan itu "hanya akan mengakhiri Mahkamah Agung AS".

Dia mengatakannya di tengah upaya untuk mencalonkan calon hakim agung untuk mengisi Ruth Bader Ginsburg yang meninggal pekan lalu.

Jika ambisi Trump dan Republik sukses, maka mereka akan mempunyai sembilan hakim tertinggi yang dilaporkan begitu konservatif.

Namun Demokrat dan Joe Biden menentangnya. Mereka menegaskan bahwa penetapan hakim agung tersisa harus menunggu hasil pemilihan.

Tiga Pengendar Sabu Ditangkap Polda Sulut, Tersangka Mengaku Barang Dikirim dari Luar Daerah

Kiamat Akan Terjadi Pada Hari Jumat, Berikut Tiga Amalan Sunah yang Dianjurkan Rasulullah

Pemkab Minut Matangkan Persiapan Pelantikan Pjs, Vonnie Panambunan Sudah Harus Cuti

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved