Wawancara Eksklusif
Wartawan Bisa Menjadi Duta Besar, Wawancara Eksklusif Suryopratomo, Duta Besar RI untuk Singapura
Prinsipnya, dia menjalankan profesinya sebaik-baiknya.Sebab, orientasi seorang wartawan bukanlah jabatan, melainkan karya.
Menulis itu ibarat belajar piano atau belajar sepeda. Kalau setiap hari berlatih maka akan terampil.
Kita melihat peristiwa menjadikan sebuah fenomena, memaknai, dan menuliskan pesan apa yang hendak kita sampaikan. Pak Jakob tak pernah berhenti melakukan itu.
Kedua, menjadi wartawan kita terus berinterkasi dengan narasumber, mulai dari sumber kelas bawah sampai menteri dan presiden. Itu harus dijaga, sehingga networking akan terbangun.
Wartawan itu harus punya passion atau keingin, kemauan, lalu dilengkapi dengan pengetahuan, maka wartawan harus terus belajar. Itu akan membuat kita menjadi kaya pengetahuan.
Ada lagi?
Terus belajar menulis, karena wartawan perlu jam terbang. Pengalaman yang baik itu akan menjadikan wartawan tidak melakukan kesalahan. (*)
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id
Subscribe YouTube Channel Tribun Manado: