Berita Sulut
6.300 Ton Bungkil Kelapa Sulut Dikirim ke India, Jadi Campuran Pakan Ternak
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado melakukan sertifikasi terhadap 6.300 ton bungkil kelapa milik PT Cargill Indonesia
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado melakukan sertifikasi terhadap 6.300 ton bungkil kelapa milik PT Cargill Indonesia.
Ribuan ton bungkil kelapa tersebut diekspor ke India, akhir pekan lalu.
Komoditas dikapalkan melalui pelabuhan milik PT Cargill Indonesia menuju ke India setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan dipastikan bebas dari hama hidup oleh Pejabat Karantina Pertanian Manado.
Bungkil kelapa nantinya digunakan sebagai bahan baku campuran pakan ternak. Bungkil Kelapa merupakan pakan ternak sumber protein selain bungkil kedelai, bungkil kelapa sawit maupun bungkil kacang tanah.
Donni Muksydayan, Kepala Karantina Pertanian Manado mengatakan, berdasar data pada sistem perkarantinaan, IQFAST, nilai ekonomi bungkil yang diekspor tersebut mencapai Rp 17,7 miliar
• Bupati Minsel Minta Pemdes Lahirkan Inovasi Baru
• DPRD Sulut Sahkan Perda APBD Perubahan 2020
• KPUD Minsel Umumkan Paslon Tanggal 23 September, Ini yang Harus Diperhatikan
Katanya, kandungan protein bungkil cukup baik dan memiliki tingkat kesukaan yang ditunjukan oleh ternak (palatabilitas) yang baik menjadikan bungkil kelapa banyak diminati oleh para peternak sebagai pakan tambahan.
Kandungan protein bungkil kelapa berkisar antara 20-22 persen. Bungkil kelapa sangat cocok sebagai pakan sapi perah dan dapat digunakan sampai 30 persen dalam ransum.
"Komoditas ini merupakan produk samping asal kelapa yang masuk dalam 10 komoditas unggulan Kementerian Pertanian yang didorong secara khusus pada Gratieks, atau Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor," ujar Donni kepada Tribun Manado, Senin (21/09/2020).
• Kepala Bappeda Bolmong Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Bolmong Tetap Positif di Masa Pandemi
Karanya, saat ini Karantina Pertaniab mendorong para eksportir agar tidak lagi mengekspor komoditas mentah ke luar negeri.
"Olah dahulu minimal menjadi barang setengah jadi agar komoditas pertanian tersebut memiliki nilai tambah,“ ujarnya.
Masih menurut Donni, pihaknya melakukan penjaminan kesehatan dan keamanan terhadap limbah produk pertanian yang diminati pasar ekspor.
"Pejabat Karantina Pertanian Manado memastikan persyaratan karantina negara tujuan sudah dipenuhi, bungkil kelapa merupakan limbah yang jadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.
• Besok Pembagian Kuota Data Internet dari Kemendikbud, Nomor Telepon Siswa Ada di Dapodik
Secara terpisah, Ali Jamil selaku Kepala Badan Karantina Pertanian mengatakan, potensi ekspor kelapa maupun produk turunan sampai ke limbahnya dari Sulut sangat besar.
Jamil menjelaskan, bungkil kelapa sudah mengalami proses pengolahan, sehingga memiliki daya simpan yang lebih lama sehingga berdampak pada naiknya nilai tambah komoditas tersebut sehingga dapat tembus pasar ekspor.
"Pemerintah juga telah membuat strategi agar pertumbuhan ekspor terus meningkat, di antaranya mendorong pertumbuhan eksportir baru, diversifikasi produk ekspor melalui dua cara yakni mendorong ekspor produk setengah jadi dan jadi (produk turunan) dan mendorong produk baru," kata Jamil.(ndo)
• Joune Ganda Ingin Kembangkan Minut Jadi Kota Metropolitan
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/6300-ton-bungkil-kelapa-asal-sulut-diekspor-ke-india.jpg)