Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

ILC TVOne Malam Ini

Malam Ini di ILC TV One Akan Membahas Gubernur Anies: Akhirnya Tarik Rem Kompromi

Malam ini Acara Indonesia Lawyer Club (ILC) akan tayang. Dan untuk pembahasannya terkait keputusan Gubernur Anies baswedan.

Editor: Glendi Manengal
twitter
ILC TV One Malam Ini Bahas Gubernur Anies: Akhirnya Tarik Rem Kompromi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Malam ini Acara Indonesia Lawyer Club (ILC) akan tayang.

Dan untuk pembahasannya terkait keputusan Gubernur Anies baswedan.

Dengan tema Gubernur Anies: Akhirnya Menarik Rem Kompromi.

Kehidupan Mengerikan Transgender, Tersiksa Saat Berhubungan Intim, Lepas Pakaian dan Dilihat Orang

Satu Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Suami Tewas Tinggalkan Anak dan Istri Usai Ditabrak Mobil Pikap

Tenaga Medis Jalani Isolasi Karena Tak Tahu Korban Kecelakaan Kritis Ternyata Positif Covid-19

ILC TV One Selasa 15 September 2020 mulai pukul 20.00 WIB akan membahas tema Gubernur Anies: Akhirnya Menarik Rem Kompromi.

Tema terpanas pekan ini disampaikan langsung oleh host ILC TV One Karni Ilyas via akun Twitternya dan Instagramnya, Senin 14 September 2020.

"Dear Pencinta ILC: Diskusi kita Selasa pukul 20.00 WIB, berjudul "Gubernur Anies: Akhirnya Menarik Rem Kompromi." Selamat menyaksikan," tulis Karni Ilyas.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menarik rem darurat dan kembali menerapkan PSBB.

PSBB akan kembali diterapkan mulai 14 September 2020.

Anies menyebutkan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor yakni ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang hampir penuh dan tingkat kematian yang tinggi.

"Tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin," ujar Anies.

"Dalam rapat Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 di Jakarta, disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar seperti pada masa awal pandemi dulu," kata dia.

Baswedan mengatakan, salah satu pertimbangan untuk menarik rem darurat dengan kembali ke masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah karena semakin tingginya pasien Covid-19 yang masuk ke rumah sakit (RS).

Pasalnya tingkat penyebaran virus corona di DKI Jakarta juga semakin tinggi.

Anies menyebutkan, DKI Jakarta memiliki 190 rumah sakit dan 67 di antaranya dijadikan RS rujukan Covid-19. Namun saat ini semua tempat tidur hampir penuh.

Tingkat keterpakaian tempat tidur mencapai 77 persen.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved