Berita Amurang
Berkunjung ke Benteng Amurang, Seperti Kembali ke Masa Penjajahan Portugis
Minsel juga memiliki lokasi peninggalan sejarah masa lampau berupa Benteng Portugis dan dikenal juga Benteng Amurang
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Minahasa Selatan (Minsel) memiliki sejumlah spot wisata yang menjadi primadona kabupaten berdikari cepat tersebut untuk menarik wisatawan baik dalam dan luar negeri.
Pantai Moinit, Batu Dinding Desa Kilometer Tiga, Bukit Doa Pinaling dan keindahan Pantai Alar Amurang, Negeri di Atas Awan dan Pelembean Hills spot-spot wisata yang sangat terkenal.
Selain itu, Minsel juga memiliki lokasi peninggalan sejarah masa lampau berupa Benteng Portugis dan dikenal juga Benteng Amurang yang berada di Kelurahan Uwuran Dua, Kecamatan Amurang.
Benteng Amurang ini masih terjaga bagus. Di depan benteng ada tulisan besar Benteng Amurang dengan logo Kabupaten Minsel dan logo Kementerian Kebudayaan.
• William Luntungan Pilih Mundur dari Nasdem dan Mendukung OD-SK serta JG-KWL
• Eva Keintjem Ingatkan Jajaran Panwascam dan PKD Selalu Pakai Masker
• Ingat Istri yang Dinikahi Bambang Trihatmodjo 20 Tahun Lalu, Ternyata Pernah Hamil Anak Kedua
Di bagian depan kiri Benteng terpampang tulisan “Cagar Budaya Benteng Portugis (Amurang), dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo, dengan wilayah kerja Sulawesi Utara, Sulawesi Tenga dan Gorontalo.
Selain itu terpampang juga Benteng Portugis ini dilindungi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Benteng Portugis berdiri di atas lahan berukuran 25 meter x 50 meter. Dahulunya area benteng ini sangat luas, namun akibat peperangan, pembuatan jalan dalam kota, pembangunan, dan populasi penduduk menjadikan area benteng menjadi kecil seperti sekarang.
• Tim RISKI Ragukan Hasil Swab Test yang Dikeluarkan RSUD Pobundayan
• BREAKING NEWS: Minahasa Terpilih Sebagai Daerah Berlisensi dengan Potensi Lokal Kopi Arabika
Benteng Portugis ini sebagai benteng pertahanan dan perlindungan dari perompak pada waktu itu.
Banyak masyarakat sekitar benteng masih meyakini jika harta benda Bangsa Portugis, Spanyol dan Belanda masih tersimpan di dalam benteng.
Ini dibuktikan dengan ditemukan barang-barang kuno seperti uang logam kuno dan benda-benda antik Belanda saat penduduk sekitar benteng menggali lubang sampah, sumur, dan arae sekitar.
• Sosok Jakob Oetama, Ajarkan Sikap Rendah Hati kepada Seluruh Orang Terdekat
Selain itu, sebenarnya terdapat sembilan meriam di atas Benteng Portugis, namun telah dipindahkan ke Manado dan Tondano. Sementara satu meriam menghiasi lapangan asrama TNI AD Pondang Amurang
Area sekitar Benteng telah dipenuhi bangunan rumah karena posisinya ada di kompleks Pasar 54 Amurang. Tinggi Benteng Portugis kurang lebih 5 meter dan bentuknya seperti huruf D.
Jadi jika kita berkunnung ke sini, seperti kembali ke masa di mana bangsa Portugis masih ada di Amurang.
• Bulan Desember, Desa Picuan Satu Punya Balai Kemasyarakatan BPU
Objek wisata sejarah Benteng Portugis berada di pusat Kota Amurang, Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang.
Menuju objek wisata tersebut bisa ditempuh sekitar 1 jam 30 menit dari Kota Manado ibukota Provinsi Sulawesi Utara, atau 2 jam dari Bandara Sam Ratulangi International Airport Manado dengan angkutan darat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/benteng-amurang-atau-benteng-portugis.jpg)