Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Alkitab

Kisah Samuel, Seorang yang Lahir dari Rintihan Doa Ibu Mandul, Hidupnya Tekun jadi Abdi Allah

Samuel adalah tokoh Bani Israel yang hidup pada akhir masa kesukuan atau hakim-hakim dan awal masa kerajaan.

Editor: Rhendi Umar
kolase foto tribun manado/istimewa
Kisah Samuel, Seorang yang Lahir dari Rintihan Doa Ibu Mandul 

Seorang nabi kemudian datang pada Eli dan menyatakan bahwa Allah tidak berkenan dengan keluarga Eli dan semua keturunannya akan terbunuh.

Sementara itu, Samuel secara tekun menjadi abdi Allah sejak masih belia. Orang tuanya mengunjunginya setiap ibadah kurban tahunan.

Disebutkan bahwa Samuel sendiri tumbuh menjadi pribadi yang disukai Allah dan masyarakat

Disebutkan bahwa saat tidur di dekat tabut perjanjian di dalam Kemah Suci, Samuel bangun lantaran mendengar suara memanggilnya.

Samuel menghampiri Eli yang disangka telah memanggilnya, tapi Eli mengatakan kalau dia tidak memanggil. Kejadian tersebut terulang sampai tiga kali dan Eli kemudian sadar bahwa itu adalah panggilan Allah. Eli meminta Samuel tidur kembali, tetapi jika terdengar panggilan kembali, Eli meminta agar Samuel mengatakan, "Bicaralah, Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.

"Samuel mematuhi Eli dan sangat terdengar panggilan kembali, Samuel mengatakan seperti yang diperintahkan.

Allah kemudian menyatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang dahsyat terhadap bangsa Israel, juga menegaskan hukuman bagi keluarga Eli.

Pagi harinya, Eli meminta Samuel menghadap dan menceritakan hal yang telah dialaminya. Samuel menceritakan semuanya, termasuk mengenai hukuman pada keluarga Eli.

Mendengar firman Allah yang disampaikan lewat Samuel, Eli hanya bisa pasrah dan berkata, "Dia Tuhan. Biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik".

Akhir masa tugas

Ketika Samuel sudah tua dan mendekati akhir masa tugasnya, para penatua Israel datang kepadanya di Rama (1 Samuel 8:4, 5, 19-22).

Samuel mengangkat putra-putranya menjadi hakim di Bersyeba, tetapi mereka ternyata tidak jujur dan korupsi.

Para tua-tua Israel, mengantisipasi penyalahgunaan kekuasaan Samuel serta ancaman dari bani Amon, menuntut agar seorang raja dipilih untuk memerintah bangsa Israel.

Hal ini mengesalkan hati Samuel. Ia berdebat dengan mereka dan memberi peringatan konsekuensi kehadiran seorang raja (lihat 1 Samuel pasal 8).

Akhirnya, setelah diberi petunjuk oleh Allah, Samuel menerima tuntutan mereka dan mengurapi Saul menjadi raja Israel.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved