Torang Kanal
Wanita Cantik Ini Harap Hidupkan Pariwisata Namun Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
Masyarakat Sulut yang doyan jalan-jalan sulit rasanya jika tak mengunjungi tempat-tempat wisata di Sulut.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Sektor pariwisata belakangan ini mulai bergerak.
Ya, perlahan tapi pasti, pandemi covid-19 membuat sektor pariwisata di Sulawesi Utara mati suri.
Pemerintah menutup semua tempat wisata yang ada demi mencegah penularan covid-19 di Sulut.
BACA JUGA :
• Ratusan Orang Keroyok Dua Anak Buah Kapolri Idham Azis dan Melakukan Pembakaran
• Suroso Nyamar Jadi Sopir Taksi, Ternyata Koruptor Dana APBN yang Kabur, Buron 9 Tahun Pilih Jadi DPO
• Sule Akan Temui Anya Geraldine, Terkait Rizky Febian: Jangan Sampai Anak Saya Jadi Omongan Orang
TONTON JUGA :
Namun, pemberlakuan " New Normal Life" membuat sektor pariwisata di Sulut bisa sedikit bernafas lega.
Ya, bukan hanya pariwisata era new normal membuat sejumlah sektor ikut kembali bergerak, termasuk sektor Pariwisata.
Masyarakat Sulut yang doyan jalan-jalan sulit rasanya jika tak mengunjungi tempat-tempat wisata di Sulut.
Baik sekadar melepas pengat, lelah dan stres dari rutinitas sehari-hari.
Alasan inilah yang membuat pemerintah mulai mengijinkan dibukanya kembali sejumlah tempat wisata di Sulut untuk
dikunjungi, namun dengan satu syarat, harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Demikian dikatakan Lidia Sintha Dusun, wanita asal Minahasa Tenggara (Mitra) ini sangat berharap tempat-tempat wisata di
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/wanita-cantik-ini-harap-hidupkan-pariwisatanamun-tetap-terapkan-protokol-kesehatan.jpg)