Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Seleb

Ingat Dian Sastro? Ternyata Suaminya Cucu dari Dirut Pertama Pertamina, Hartanya Tak Habis 7 Turunan

Masih Ingat Dian Sastro? Ternyata suaminya adalah cucu dari Dirut Pertama Pertamina.

Editor: Glendi Manengal
Istimewa, Instagram @therealdisastr
Ibnu Sutowo dirut pertama Pertamina ternyata kakek suami Dian Sastro 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih Ingat Dian Sastro?

Ternyata suaminya adalah cucu dari Dirut Pertama Pertamina.

Yang hartanya disebut tak habis sampai tujuh turunan.

Bukti Cinta Suami yang Setia Rawat Istri yang Diamputasi 2 Kakinya, Anang Rela Tinggalkan Pekerjaan

Tak Perlu ke Tempat Servis, Ini 4 Cara Mengatasi Memori Internal Ponsel yang Penuh, Cukup Mudah

KRONOLOGI Pembunuhan 1 Keluarga di Sukoharjo, Saat Anak Terbangun Tiba-tiba Langsung Ditusuk 7 Kali

dian sastro dan suaminya
dian sastro dan suaminya (Internet)

Inilah sosok menarik Ibnu Sutowo yang ternyata bukan orang sembarangan di Indonesia.

Ibnu Sutowo dikenal sebagai direktur utama Pertamina pertama di Indonesia.

Ibnu Sutowo juga disebut-sebut sebagai tokoh kunci awal berdirinya Pertamina.

Selain itu siapa sangka Ibnu Sutowo ternyata adalah kakek dari suami artis cantik Dian Sastro, Maulana Indraguna Sutowo.

Nama Ibnu Sutowo kala itu tak langsung tenar sebagai pendiri Pertamina.

Kakek Maulana Indraguna Sutowo ini ternyata adalah seorang dokter.

Ya, dari seorang dokter nyatanya kakek mertua Dian Sastro ini mampu menjabat sebagai dirut pertama Pertama di tahun 1968.
Sebelum menjadi Pertamina atau nama resminya PT Pertamina ( Persero ) merupakan sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia.

Sejak Pertamina awal berdiri 1968 hingga saat ini, sudah ada 15 direktur utama yang menjabat.
Perusahaan itu dahulu bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara.

Pertamina masuk urutan ke 122 dalam Fortune Global 500 pada 2013.

Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada 2001.

Perusahaan ini juga mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun.

Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved