Torang Kanal
Gadis Cantik Asal Minsel Ini Bangga Berbudaya Minahasa
Budaya adalah salah satu ciri khas salah satu daerah di masing-masing wilayahnya yang ada di seluruh Indonesia
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Budaya adalah salah satu ciri khas salah satu daerah di masing-masing wilayah di seluruh Indonesia.
Pecinta budaya bukan hanya semuanya laki-laki tetapi masih ada perempuan yang bangga bisa mengembangkan budaya di daerahnya.
Hal itu ada dalam diri perempuan bernama Debora Sendra Sengkey yang mengaku bangga bisa berbudaya di Minahasa.
"Karena budaya di Minahasa itu unik, terdapat berbagai macam keragaman bahasa adat istiadat, tari-tarian, pengobatan tradisional dan masih banyak lagi," ucap Sendra panggilan akrabnya.
• Waspada Musim Kemarau, Pemprov Keluarkan Imbauan Antisipasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran
• Olly Dondokambey Terima SK Dukungan PPP di Pilgub, Diserahkan Suharso Monoarfa
Menurut gadis kelahiran Tondei, Minsel, 20 juli 1995 yang dipahami soal budaya yaitu mengenai bahasa, khususnya bahasa Tontemboan serta tari tariannya, yaitu tarian perang Kabasaran tarian si Patokaan dan Maengket yang lebih menarik hatinya.
"Budaya ini perlu dikembangkan untuk menghargai para leluhur dan tidak melupakan budaya asli kita sebagai orang Minahasa," tambah anak kedua dari dua bersaudara ini.
Bagi perempuan yang hobi membaca, di kampungnya juga telah membuat Kelompok Tari Lolombulan Sinonsayang (KTLS), yang dilibatkan semua anggotanya adalah perempuan di bawah naungan Sanggar Tumondei, Minahasa Selatan.
• Penjelasan Ahli Soal Plasma Darah untuk Terapi Covid-19
"Dalam KTLS kami di kampung biasanya membuat kegiatak pelestarian budaya Minahasa dengan cara kembangkan terus ini budaya Minahasa dan terus diajarkan kepada generasi ke generasi," ungkap wanita yang sementara menempuh studi gelar S1 di Fakultas Ilmu Sosial Program studi Ilmu administrasi Negara, Unima.
Perempuan yang bercita-cita menjadi wanita karir yang juga selaku ketua kelompok tari ini katakan, setiap tahun membuat Peldikdas Sanggar untuk merekrut anggota baru untuk ajar-ajarkan kepada mereka bagaimana berorganisasi dengan berbudaya.
"Selain itu ada juga kegiatan positif yang dibuat yaitu melestarikan situs-situs budaya yang ada di kampung," tutup perempuan pemilik akun Facebook bernama Sendra Sengkey yang sering disebut Wewene Minahasa dalam budaya.(fis)
• Gubernur Olly Dondokambey Siap Bagikan 5.000 Bibit Kelapa Pandan Wangi, Varietas Spesial Rp 250.000
• Baru Menikah, Rizky DA Hapus Foto Pernikahan, Istrinya Lepas Cincin Kawin
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO: