Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demo di AS

Polisi Tembak Pria Kulit Hitam, Demo Besar-besaran Pecah di AS, Ratusan Orang Berteriak & Tak Mundur

Awal mula demo ini setelah sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan polisi menembak Jacob Blake berulang kali.

Editor:
AFP/Samuel Corum
AFP/Samuel Corum Gas air mata mengepul di antara demonstran dengan polisi saat aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di luar lingkungan Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Demo besar-besaran dikabarkan terjadi di di Wisconsin, Amerika Serikat

Menurut informasi yang ada, protes tersebut terjadi pada Minggu (23/8/2020) waktu setempat.

Dikabarkan, demo besar-besaran dilakukan warga setalah polisi menembak seorang pria kulit hitam.

Diketahui korban bernama Jacob Blake kini sedang kritis ri RS.

Awal mula demo ini setelah sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan polisi menembak Jacob Blake berulang kali.

Seorang pria kulit hitam bernama Jacob Blake, ditembak oleh polisi sebanyak 7 kali dan mengakibatkan demo besar-besaran di Wisconsin, Amerika Serikat.
Seorang pria kulit hitam bernama Jacob Blake, ditembak oleh polisi sebanyak 7 kali dan mengakibatkan demo besar-besaran di Wisconsin, Amerika Serikat. (Instagram/Shaun King)

Saat ini, Jacob Blake tengah dirawat di rumah sakit dalam kondisi yang serius.

Dalam video yang viral tersebut nampak Jacob Blake ditembak dari belakang ketika dirinya mencoba masuk ke dalam mobilnya di Kota Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat.

Pihak berwenang di Kenosha mengumumkan jam malam darurat ketika kerusuhan terjadi setelah penembakan.

Ratusan orang berbaris di markas polisi pada Minggu malam. Kendaraan dibakar dan pengunjuk rasa berteriak 'Kami tidak akan mundur'.

Dalam peringatan keselamatan publik, polisi mendesak para pelaku bisnis dalam 24 jam ke depan untuk mempertimbangkan menutup usahanya.

Dikutip dari BBC, hal ini karena 'banyak' seruan tentang perampokan bersenjata dan tembakan yang dilepaskan.

Petugas menggunakan gas air mata untuk mencoba membubarkan ratusan pengunjuk rasa yang menentang jam malam di seluruh wilayah.

Gubernur Wisconsin, Tony Evers mengutuk penembakan Blake, yang dilaporkan tidak bersenjata.

"Meskipun kami belum memiliki semua detailnya, yang kami tahu pasti adalah bahwa dia bukanlah orang kulit hitam pertama yang ditembak atau terluka atau dibunuh tanpa ampun," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Saya telah mengatakan selama ini bahwa meskipun kami harus menawarkan empati kami, yang sama pentingnya adalah tindakan kami."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved