Berita Bolsel
Mulai 1 September 2020 Siswa SD dan SMP di Bolsel Kembali Masuk Sekolah
Kabar gembira hadir untuk siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kabupaten Bolaang mongondow selatan (Bolsel)
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Kabar gembira hadir untuk siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kabupaten Bolaang mongondow selatan (Bolsel).
Pasalnya, mulai 1 September 2020 mendatang, sekolah SD dan SMP di Kabupaten Bolsel akan kembali dibuka, dengan syarat harus memenuhi standar protokol kesehatan.
Hal ini, dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Rante Hattani melalui Sekertaris Disdik, Midyan Katili, ketika ditemui Tribun Manado, Senin (24/8/2020).
Midyan mengatakan, jika sudah memasuki zona hijau atau zona kuning, maka sekolah akan diperbolekan membuka sekolah.
• Ayub Ali Peluang Dipinang PDIP Maju Pilkada Manado
• Dinas PUPR Bolsel Percepat Perbaikan Pipa Air Bersih
• Anggota DPRD Bolmong Jalani Rapid Tes
Namun harus sesuai dengan izin dari Bupati dan ditindaklanjutnya ke Dinas Pendidikan Bolsel.
"Jadi, sebelum masuk sekolah, Dinas Pendidikan Bolsel telah melakukan sosialisasi, terkait penerapan protokol kesehatan di semua sekolah," kata dirinya.
Katili melanjutkan, pihaknya merencanakan akan membuka sekolah pada tanggal 1 September 2020 ini.
Namun, pembukaan sekolah ini tidak serentak.
• Vanda Sarundajang Harap Beasiswa PIP Dimanfaatkan untuk Biaya Pendidikan
• Kapolres Warning, Pers dan Polisi yang Back Up Miras di Bitung
Pembukaannya tidak serentak, hanya sekolah yang memenuhi syarat-syarat protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan di masing-masing kelas, siswa maupun guru wajib mengenakan masker di sekolah, jaga jarak dan harus ada alat pengukur suhu tubuh.
"Jadi, untuk sekolah yang belum memenuhi syarat maka belum bisa dibuka," tegasnya.
Selain itu, Katili mengungkapkan jika sejauh ini baru empat sekolah yang sudah memenuhi syarat-syarat tersebut.
Sedangkan untuk sekolah yang lain, tinggal melengkapi apa saja yang kurang.
"Terkait dengan jam belajar, kami tidak menuntut harus 100 persen. Minimal itu, empat jam," jelasnya.
• Mona Kloer: PAC yang Baru Dilantik Jangan Hanya Jadikan Batu Loncatan
Dicontohkannya, dalam empat jam tersebut tidak semua siswa yang akan masuk.
Mislanya, dalam satu kelas itu ada sekitaran 20 murid, maka akan dibagi menjadi dua kelas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/midyan-katili.jpg)