Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Menkes Prancis Sebut Virus Corona Rentan Menyebar 4 Kali Lebih Banyak di Bawah Usia 40 Tahun

Angka tersebut muncul untuk pertama kalinya sejak langkah-langkah penguncian yang ketat dikurangi tiga bulan lalu.

Miguel MEDINA / AFP
Sebuah pandangan diambil pada 20 Maret 2020 di Cremona, tenggara Milan, Italia menunjukkan petugas kebersihan dengan alat pelindung mendisinfeksi tempat tidur pasien di salah satu tenda dari rumah sakit lapangan yang baru saja beroperasi untuk pasien virus corona, yang dibiayai oleh LSM bantuan bencana Kristen evangelikal AS, Samaritan's Purse . Sepenuhnya operasional, struktur akan terdiri dari 15 tenda, 60 tempat tidur, 8 di antaranya akan berada dalam perawatan intensif. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi virus corona di Italia mengalami kelonjakan.

Terbaru, data kasus terkonfirmasi telah melewati 1.000 dalam sehari.

Angka tersebut muncul untuk pertama kalinya sejak langkah-langkah penguncian yang ketat dikurangi tiga bulan lalu.

Di Prancis, virus corona baru menyebar empat kali lebih banyak di antara orang-orang di bawah 40 tahun, dibanding mereka yang berusia 65 tahun.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran dalam wawancaranya dengan Journal Du Dimanche (JDD).

7 Kutukan Paling Mengerikan, Keluarga Kaisar Rusia Dibantai hingga Para Musisi Tewas Usia 27 Tahun

Kendati demikian, ia memperingatkan virus juga masih rentan menyebar kepada kelompok usia lanjut.

"Kami berada dalam situasi yang berisiko," kata Olivier Veran pada Minggu (23/8/2020), dikutip dari CNA.

Ia menambahkan, jumlah kasus tinggi yang terdeteksi tidak hanya karena lebih banyak pengujian.

Staf medis di Mulhouse, tempat Prancis pertama kali mendeteksi lonjakan kasus, memindahkan seorang pasien ke rumah sakit.
Staf medis di Mulhouse, tempat Prancis pertama kali mendeteksi lonjakan kasus, memindahkan seorang pasien ke rumah sakit. (AFP via SCMP)

Sama seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Veran mengesampingkan perlunya penguncian total lagi untuk memerangi penyebaran penyakit.

Namun, dia mengatakan tindakan pengendalian secara lokal dapat diambil, karena kasus berkembang di Prancis dan di tempat lain.

"Ini bukan pengecualian Prancis, ini dinamika Eropa," tegas Veran.

Diketahui, Prancis melaporkan kenaikan 3.602 infeksi COVID-19 baru selama 24 jam terakhir pada hari Sabtu.

Angka tersebut mengalami kenaikan yang lebih kecil dari hari sebelumnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut serta dalam konferensi bersama Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Elysee, Paris, Rabu (8/4/2020).
Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut serta dalam konferensi bersama Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Elysee, Paris, Rabu (8/4/2020). (AFP/Ludovic MARIN/POOL)

Namun di awal pekan ini, jumlah kasus harian mencapai titik tertinggi pasca-penguncian.

Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan perawatan intensif terus meningkat.

Veran mengatakan 'kontaminasi silang' antara kelompok populasi lebih muda antara usia 2 hingga 40 tahun dan yang lebih tua sudah terjadi.

"Langkah-langkah baru akan segera diterapkan," kata Veran, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved