HUT Ke 75 Kemerdekaan RI
Cerita Paskibraka Bitung Dua Kali Bertugas Membawa Bendera Merah Putih
Gadis bernama Regina Rumagit (17) berbagi pengalaman dan kesan, dua kali diberi kepercayaan dan tanggung jawab sebagai Paskibraka
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Gadis bernama Regina Rumagit (17) berbagi pengalaman dan kesan, dua kali diberi kepercayaan dan tanggung jawab sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Sebagai pembawa bendera merah putih pada upacara bendera 17 Agustus, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 dan tahun 2020.
Glo begitu dia disapa, menyampaikan itu dalam Tribun Jurnal Webkusi bersama Jurnalis yang dipandu redaktur Fine Wolajan dari studio Tribun Manado dan jurnalis Tribun Manado Biro Bitung Christian Wayongkere.
Tahun 2019, Glo bertugas membawa bendera di upacara penurunan bendera dan pagi harinya bertugas di pasukan 17.
• Mor Bastiaan Fans PSG, Tapi Prediksi Munchen Menang di Final Liga Champions, Ini Alasannya
• Calon Bupati Cantik di Minsel Jagokan PSG Juara Champions karena Faktor Pemuda Ini
• Ketua DPM Unima: Jangan Ada Unsur Pemaksaan dalam Program Bela Negara di Universitas
"Tahun ini, kembali dipercayakan bertugas bawa bendera di upacara pagi dan penurunan sore. Awalnya tidak menyangka akan diberi kepercayaan lagi karena yang saya tahu namannya Paskibraka hanya sekali bertugas," cerita Glo, Jumat (21/8/2020).
Jebolan SMA Katolik Don Bosco Bitung ini sempat kaget ketika dipilih untuk bertugas pada upcara 17 Agustus 2020 yang jatuh pada hari Senin.
Dia sangat bersyukur, suka hingga senang bisa bertugas kembali.
"Saya bersyukur kepada Tuhan dan ini merupakan satu kebanggaan terhadap diri sendiri," tambah dara kelahiran 14 Oktober ini.
• Soal Pembukaan Sekolah Daerah Zona Hijau, Dikbud Boltim Wajibkan Ikuti Protap Covid-19
Namun menurut putri pasangan almarhum Jan Rumagit dan Selvie Ruru ada perbedaan dalam pelaksanaan upacara tahun ini dan tahun lalu.
Tahun lalu terasa ramai karena banyak peserta upacara, Paskibraka juga didampingi barisan dari TNI dan Polri tapi tahun ini tidak seperti itu.
Paskibraka yang bertugas tahun ini hanya 8 orang atau pasukan 8 dengan jumlah peserta upacara lebih sedikit.
Bedanya lagi, kalau tahun yang lalu untuk pembawa bendera harus mengambil dan mengembalikan bendera Merah Putih ke podium tapi kali ini langsung dipegang.
• Virgie Baker Jagokan Bayern Munchen Rajai Eropa
Awalnya Glo terpilih bersama tujuh orang paskibraka tahun 2019, untuk bertugas di tahun ini. Rencana awal dibagi, tiga orang tugas pagi dan sore serta 2 orang cadangan.
"Awalnya belum tahu kalau diberi tugas sebagai apa dan jadi apa. Dalam proses latihan diubah dan diputuskan memakai pasukan 8, sehingga lebih mudah melakukan karena terbiasa waktu tahun lalu sempat jadi anggota pasukan 8 bertugas sore," kata dia.
Lanjut pemilik motto hidup 'Berpikir Optimis untuk Maju' persiapan yang dilakukan adalah kembali latihan fisik, karena lama tak olahraga lalu meningat teknis pelaksanan di lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tribun-jurnal-webkusi-bersama-jurnalis-tribun-manado-dengan-narasumber-regina-rumagit.jpg)