Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Presiden Amerika Serikat

Donald Trump Disebut Sosok 'Presiden Reality Show' Oleh Barack Obama

Walhasil tudingan Obama terhadap Trump ini menjadi sorotan paling besar dibanding pencalonan Harris sebagai pendamping Joe Biden.

Editor: Rizali Posumah
TRIBUNNEWS.COM
Donald Trump dan Barack Obama 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Donald Trump disebut Barack Obama hanya memahami peran sekadar sebagai " reality show".

Hal tersebut dikatakan Mantan Presiden AS itu dalam pernyataan yang dia rekam di hari ketiga Konvensi Partai Demokrat, yang meresmikan Kamala Harris sebagai calon wakil presiden.

Walhasil tudingan Obama terhadap Trump ini menjadi sorotan paling besar dibanding pencalonan Harris sebagai pendamping Joe Biden.

Secara tradisional, mantan Presiden AS tidak akan memberikan komentar mengenai kinerja orang yang menggantikannya di Gedung Putih.

Namun, Barack Obama menyebut presiden 74 tahun itu sosok yang tidak serius menjalankan tugasnya, dan hanya sekadar menjadikannya "reality show".

"Saya tak pernah mempunyai ekspektasi bahwa penerus saya bakal meneruskan kebijakan atau tetap menyebarkan visi saya," kata Obama.

Eks presiden periode 2009-2017 itu mengatakan, dia sempat berharap Trump akan lebih serius dalam melihat perannya sebagai orang nomor satu di AS.

Dia menuturkan presiden dari Partai Republik tersebut bakal merasakan tanggung jawab dan memelihara demokrasi dalam kekuasaannya.

Tetapi dalam pandangan Obama, suksesornya itu sama sekali tidak tertarik dengan tugasnya. Yang dia lakukan hanya membantu dirinya dan kroninya.

"Tak tertarik melihat nilai kepresidenan lebih dari sekadar reality show yang bisa dia pakai untuk mendapat perhatian," tudingnya.

Sang mantan presiden menyatakan, penerusnya itu tidak mampu mengemban tugasnya. Karena itu dia tidak bisa berkembang selama bertugas.

Yang menjadi dampak, menurut pandangan Obama, adalah 170.000 orang di AS meninggal karena virus corona, serta jutaan orang menganggur.

Karena kepemimpinan Trump, Obama menyebut reputasi AS sebagai negara besar terpuruk di mata dunia, serta demokrasi mereka mengalami ancaman.

Dilansir Sky News Kamis (20/8/2020), sang suksesor bukannya tidak punya kritik terhadap politisi yang pernah menghabiskan masa kecil di Indonesia itu.

Dalam konferensi pers Rabu (19/8/2020), Trump menyatakan pemerintahan pendahulunya itu tak efektif, dengan alasan dia jadi presiden adalah karena Obama dan Joe Biden "sangat buruk".

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved