Update Virus Corona Dunia
Efek Jangka Panjang Covid-19 Disebut Bisa Akibatkan Cacat Seumur Hidup
Kebanyakan pasien yang sembuh hidup dengan gejala pascasembuh yang bertahan lama. Gejala tersebut bahkan dapat menjadi permanen.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Orang-orang yang terinfeksi Covid-19 banyak yang bertahan hidup.
Meski begitu kebanyakan pasien yang sembuh ini hidup dengan gejala pascasembuh yang bertahan lama. Gejala tersebut bahkan dapat menjadi permanen.
Kenyataan ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Dr. Rony Shimony, ahli jantung di RS Mount Sinai, New York, Amerika Serikat.
Dalam wawancaranya dengan Time, Shimony mengatakan, dia dan rekan-rekannya telah memperhatikan bahwa pasien usia 30-an yang selamat dari Covid-19 melaporkan gejala yang bertahan lama.
Gejala tersebut antara lain kerusakan ginjal, penurunan fungsi jantung, dan gangguan kognitif.
Shimony menambahkan, semakin sakit pasien akibat Covid-19, semakin besar kerusakan pada organ mereka.
"Kami sekarang mulai memahami dampaknya pada otak, jantung, paru-paru, ginjal," kata Shimony.
Dia mengungkapkan, infeksi khusus tersebut terjadi di seluruh tubuh.
Oleh karena itu, orang-orang perlu memahami lebih jauh tentang dampak Covid-19.
"Itu benar-benar membuat kita lebih berhati-hati tentang apa yang akan datang," ujarnya.
Sejarah menorehkan jejak yang memunculkan kekhawatiran lebih lanjut.
Setelah flu Spanyol tahun 1918, Shimony mengatakan, sebanyak 50-60 persen pasien ditemukan masih merasakan gejala selama empat tahun.
Dia berharap agar orang-orang perlu waspada dan melihat efek serupa pada Covid-19.
Untungnya, para ilmuwan dan dokter telah belajar tentang cara merawat pasien dengan penyakit tersebut.
Misalnya, mengenai pentingnya memulai pengobatan sejak dini untuk mencegah risiko kerusakan organ.