Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

‘Perang Gerilya’ Tetty-Vonnie: Berebut Suara Demokrat

Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Vonnie Anneke Panambunan (VAP) berlomba memperebutkan dukungan

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Istimewa
Tetty Paruntu Rapat Via Vicon dengan Ketum Golkar 

Sementara E2L akhirnya mundur dari bursa pencalonan setelah kalah bersaing dengan VAP yang memenangkan rekomendasi Nasdem. E2L masuk bursa ‘papan 2' merupakan keterwakilan Nusa Utara, hampir sepanjang karier politiknya, E2L habiskan di Talaud.

Belum lagi sejumlah figur eksternal semisal mantan Sekprov Sulut, Siswa Rachmat Mokodongan dari etnis Bolmong dan berlatar belakang birokrat.
Ada lagi Pdt Hendry Runtuwene, mantan Sekretaris Umum Sinode GMIM yang namanya diajukan belakangan ke DPP Nasdem. 

Prof Welly Areros
Prof Welly Areros (Istimewa)

Prof Welly Areros
Analis Politik dari Unsrat

Aroma Head to Head

Dua calon gubernur yang memperebutkan dukungan Demokrat di Pilgub Sulut. Adalah VAP dan CEP.

Saya kembali melihat keseruan kontestasi setiap calon yang akan bertarung maju dalam Pilkada Sulut. Untuk mendapatkan dukungan dari Demokrat, maka partai pendukung VAP, Nasdem dan partai pendukung CEP, Golkar sekarang sedang melakukan lobi kepada Demokrat.

Kita akan lihat di sini siapa nanti jadi pilihan partai berlambang bintang mercy ini. Tapi itu tergantung dari mekanisme lobi yang dilakukan oleh VAP dan CEP.

Namun, apabila nanti pilihan dukunganya ke CEP, kemungkinan besar Golkar berada pada zona aman untuk meraih kemenangan di Pilkada Serentak 2020. Demikian juga tentunya dengan berlabuhnya nanti Demokrat ke VAP juga akan lebih besar membuka peluang untuk bisa berhasil dalam pilkada.

Itu mungkin faktor plusnya, tetapi kalau melihat faktor minusnya, tidak juga akan mempengaruhi kerja mesin politik partai yang lama mempersiapkan calon mereka yaitu VAP dan CEP.

WHO Tak Jamin Keamanan Vaksin dari Rusia

Hanya, sebutnya, kemungkinan saja yang perlu diwaspadai adalah ketika lobi tidak mulus untuk melamar Demokrat, maka kemungkinan saja hanya ada dua calon gubernur.

Ini tentu menarik, kalau ini terjadi diperlukan perhitungkan secara hati-hati, karena pasti Pilkada Sulut menjadi arena pertarungan yang seru yaitu ‘head to head’ kemungkinan ini bisa terjadi dan tidak tertutup.

Namun, jawabannya tergantung hasil akhir perebutan dukungan dari Demokrat. Kita lihat saja nanti, yang pasti lobi politik dari CEP dan VAP dalam mengambil peluang politik jadi penentu dimana Demokrat akan berlabuh.  (mjr/dru/ryo)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved