Mahasiswa Jadi Korban Penembakan Misterius
Wilibrodus Obe (25) seorang mahasiswa, korban penembakan misterius di kawasan Serpong, Tangerang Selatan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Wilibrodus Obe (25) seorang mahasiswa, korban penembakan misterius di kawasan Serpong, Tangerang Selatan kini tengah menjalani masa pemulihan. Luka akibat penembakan misterius yang dialaminya, cukup serius.
• Pegawai KPK Takut Hilang Independensi: Status Diubah Jadi ASN
Timah panas menembus punggungnya sampai ke paru-paru. Obe menceritakan, peluru yang bersarang di tubuhnya sampai pecah terbelah dua. "Pas saya dirontgen, hasilnya pelurunya sudah bersarang. Satu peluru, cuma pecah jadi dua, sampai ke paru-paru. Jadi tembus dari belakang sampai kw paru-paru," ujar Obe saat dihubungi Tribun, Minggu(9/8).
Setelah rontgen di salah satu rumah sakit di Legok, Kabupaten Tangerang, Obe dirujuk ke Rumah Sakit EMC Cipondoh Kota Tangerang untuk operasi besar. Pengangkatan timah panas dari paru-paru membutuhkan operasi besar yang menggunakan alat-alat khusus.
"Yang terdekat itu EMC Cipondoh, yasudah kita ke sana. Saya dirawat katanya mau dioperasi malam Seninnya, tapi enggak jadi karena biaya masih kurang, jadi ditunda. Saya kabarin keluarga semua yang bantu. Jadi dirawat satu minggu sebelum dioperasi," ujarnya. Namun operasi sempat tertunda karena Obe kesulitan biaya.
Setelah menghubungi keluarga dan teman-teman akhirnya uang terkumpul dan operasi dilaksanakan seminggu setelah dirawat di EMC. "Saya kabarin keluarga semua yang bantu. Jadi dirawat satu minggu sebelum dioperasi," ujarnya.
• Kunci Gitar dan Chord Lagu Anima Judul Bintang dengan lirik Biarkan Ku Menggapaimu Mainnya Mudah
Obe ditembak oleh seseorang tidak dikenal di bilangan Jalan Raya Serpong, Serpong Utara, Tangsel, pada Minggu (19/7) lalu. Selain Obe, setidaknya terdapat tujuh kasus penembakan di jalan raya wilayah Tangerang Selatan yang dilaporkan oleh para korban kepada pihak kepolisian.
Obe yang menjadi korban penembakan misterius itu rupanya belum menyadari apa yang menimpanya."Memang pas ditembak kaget. Cuma enggak kepikiran kalau itu tembakan. Jadi saya berhenti sebentar terus saya jalan terus, enggak merasa," ujarnya.
Di kepalanya, ia hanya berpikir sesuatu yang mengenai dirinya adalah timpukan batu atau benda keras lain dari orang iseng.Sampai di Legok, di rumah saudaranya, Obe mulai merasa nyeri. Ia kaget terdapat bercak darah di bajunya.
"Tahu-tahunya sudah sampai tempat tujuan, baru terasa kalau sakit, ya nyeri gitu, keringatan. Saya merasa ada sesuatu di dalam gitu, saya minta lihatin pas dibuka bekas tembakan," ujarnya.
"Jarak dari pas saya ketembak sampe kerumah saudara enggak sampai 10 km sekitar 10 menit lah," kata dia.
Obe pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di wilayah Legok, Kabupaten Tangerang, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit EMC Tangerang.
"Tahu-tahunya sudah sampai tempat tujuan, baru terasa kalau sakit, ya nyeri gitu, keringatan. Saya merasa ada sesuatu di dalam gitu, saya minta lihatin pas dibuka bekas tembakan," ujarnya.
"Jarak dari pas saya ketembak sampe kerumah saudara enggak sampai 10 km sekitar 10 menit lah," kata dia.
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono Adipradono, mengonfirmasi penembakan tersebut. "Saat ini kita sedang lidik, mohon doanya ya. Kita akan kejar pelaku," ujar Muharram.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan menjelaskan bahwa pelaku mengincar korban yang sedang melintas di jalan raya menggunakan sepeda motor. "Jadi diduga pelaku ini secara random memilih korban. Rata-rata korbannya menggunakan sepeda motor dan mengendarainya di jalan," ujar Iman.
• Kecelakaan Maut, Truk Pick Up Baku Hantam dengan Motor, 1 Pembonceng Meninggal, 2 Rawat Jalan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-penembakan-pedagang-cilok.jpg)