Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Aksi Demo Pasca Ledakan Beirut, Satu Polisi Tewas dan Ratusan Warga Terluka

Massa berhasil membobol kantor Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ekonomi.

Editor: Charles Komaling
STR/AFP
Foto memperlihatkan tempat ledakan di dekat pelabuhan di ibukota Lebanon, Beirut, pada 4 Agustus 2020. Dua ledakan besar mengguncang ibukota Lebanon, Beirut, melukai puluhan orang, mengguncang gedung-gedung, dan mengirim asap besar mengepul ke langit. Media Libanon membawa gambar-gambar orang yang terperangkap di bawah puing-puing, beberapa berlumuran darah, setelah ledakan besar, yang penyebabnya tidak segera diketahui. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BEIRUT - Akibat bentrokan selama aksi protes di Beirut pada Sabtu (8/8), satu polisi tewas dan 142 orang lainnya terluka.

Aksi demo terjadi beberapa hari pascaledakan dahsyat yang mengguncang Ibu Kota Beirut, menurut laporan LBCI TV.

Para pengunjuk rasa, yang menuntut perbaikan sistem politik Lebanon, berupaya memaksa masuk ke gedung parlemen sehingga memicu pasukan keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah pasukan keamanan dan berusaha menyingkirkan kawat berduri agar dapat mendekati gedung parlemen.

Massa berhasil membobol kantor Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ekonomi.

Dua ledakan besar mengguncang Pelabuhan Beirut sekitar pukul 16.10 setempat pada Selasa (4/8), menggetarkan bangunan di seluruh ibu kota.

Sedikitnya 158 tewas dan 6.000 orang lainnya terluka akibat ledakan tersebut.

Informasi awal mengungkapkan bahwa amonium nitrat yang ditimbun sejak 2014 di gudang Pelabuhan Beirut kemungkinan menjadi penyebab ledakan mematikan tersebut. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved