Virus Corona
Presiden Sentil Kinerja Menteri, Nabil: Beliau Bisa Mereshuffle dan Menyegarkan Kabinet Sekarang Ini
Sebelumnya sempat memarahi para Menteri-menteri, kini Presiden kembali menyentil menterinya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelumnya sempat memarahi para Menteri-menteri.
Kini Presiden kembali menyentil menterinya.
Dan mengingatkan untuk bekerja lebih efektif.
• Ternyata Selain Jaksa dan Polisi, Ada Satu Orang Berkuasa Lagi Bantu Djoko Tjandra, Inisial Diungkap
• Ucapan Dirgahayu Republik Indonesia yang Benar Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
• 163 Wilayah Zona Kuning Covid-19 yang Boleh Belajar Tatap Muka di Sekolah, Sulut Ada Bolsel & Talaud
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyentil kinerja menteri-menterinya.
Hal itu dikarenakan penyerapan anggaran Covid-19 oleh kementerian dan lembaga dinilai masih sangat minim yakni baru 20 persen yang terealisasi.
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen mengatakan sentilan presiden adalah alarm bagi menteri-menterinya.
"Terkait dengan sentilan Presiden, itu menjadi alarm bagi menteri-menteri untuk bekerja lebih efektif."
"Ini memang kondisi pandemi, situasi yang bisa dibilang krisis dalam konteks kepemimpinan di tengah bencana virus. Program-program dan eksekusinya harus efektif, cepat, terarah," ujar Nabil, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (7/8/2020).
"Maka, wajar Presiden menyentil para Menteri dalam konteks itu, agar kinerja Menteri dan Kementerian menjadi lebih baik, lebih bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang saat ini menderita karena pandemi," imbuhnya.
Nabil menilai yang harus menjadi sorotan dari sentilan presiden adalah komunikasi publik antara para menteri dan pejabat negara.
"Komunikasi publik para menteri dan pejabat negara harus menjadi sorotan," kata dia.
Apalagi pada masa awal pandemi, Nabil mengatakan terlihat bagaimana kacaunya komunikasi antar pejabat negara, saling tumpang tindih.
Hal tersebut akhirnya membuat warga semakin bingung dengan kebijakan yang diterapkan.
"Komunikasi publik yang baik penting untuk memberi kepercayaan diri warga, sekaligus memastikan program-program pemerintah dimengerti oleh warga, pesan-pesannya terdeliver dengan baik," ungkap Nabil.
Perihal isu reshuffle, Nabil menyebutnya sebagai hak prerogatif Presiden Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/presiden-jokowi-saat-memimpin-rapat-terbatas-di-istana-negara-jakarta-pusat1.jpg)