Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Apakah Pastor Katolik Dapat Gaji? Talkshow Manado Catholic Orchestra Bahas Seputar Panggilan Imam

Pembiayaan di seminari, termasuk makan dan minum, supply gizi yang baik diharapkan menghasilkan pastor-pastor yang baik dan berkualitas.

Tayang:
ISTIMEWA
Para pembicara dan host dalam talkshow "Tahbisan dan suksesi apostolik Gereja” yang digelar Manado Catholic Orchestra, Sabtu (1/8/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pertanyaan-pertanyaan seputar imam Katolik yang biasa disapa ‘Pastor’ atau ‘Romo’ mengemuka dalam talkshow yang digelar Manado Catholic Orchestra (MCC), Sabtu (01/08/2020).

Acara ini disiarkan secara langsung melalui tayangan Facebook Manado Catholic Orchestra serta melalui siaran Radio Montini 106 FM, juga siaran tunda di akun komisi-komisi Keuskupan Manado yang terlibat.

Empat pembicara dihadirkan dalam talkshow bertema “Tahbisan dan suksesi apostolik Gereja”, yakni Pastor Julius Salettia Pr, Pastor Malvin Anthonius Karundeng Pr, Pastor Andreas Buarlele MSC, dan Ibu Maria Heny Pratiknjo.

Membahas tema tersebut, MCC bekerja sama dengan sejumlah komisi di Keuskupan Manado, yakni Komisi Kateketik, Komisi Kerasulan Awam, Komisi Kepemudaan, Komisi Komunikasi Sosial.

Talkshow ini juga mendorong partisipasi umat dalam Gerakan Orang Tua Asuh untuk Seminari (GOTAUS) Keuskupan Manado.

Penampilan band MCC dengan lagu khas Katolik berjudul “Ave Maria” ciptaan Ade John Nursalim membuka acara tersebut.

Personel band yang tampil yakni Reza Mercyano Tulong pada drum, Revan Umbas pada bas, Alfian Kobis dan Ronel Rompas yang memainkan instrumen gitar akustik, Glen Amiri pada keyboard.

Dukungan dua personel MCO dari strings section, yakni Victor ZY Mongi pada biola 1 dan Giovanni Poluan pada cello, turut memberi warna pada penampilan grup band dengan penyanyi Angelia Veronika Menggana.

Selepas penampilan band, disusul dengan perkenalan dan kesaksian iman dari keempat pembicara sebagai pembuka diskusi.

Penonton pun terlibat dengan mengirimkan pertanyaan atau komentar pada halaman Facebook Manado Catholic Orchestra.

Pertanyaan pertama yang dijawab ialah bagaimana penentuan seseorang yang ingin menjadi imam itu pantas menjadi imam.

Menjawab pertanyaan tersebut, Pastor Julius mengatakan bahwa keinginan saja tidak cukup.

“Menajdi imam itu bukan soal cocok dan mau atau keinginan beberapa kekelompok. Jadi imam itu adalah panggilan, pilihan dan penetapan dari yang punya imamat itu sendiri yaitu Tuhan Yesus sendiri. Jati diri imam adalah saksi Tuhan Yesus,” kata dia.

Lanjut dia, baik pun belum cukup karena sang calon harus setia, terdidik, baik, bijaksana, benar dan bermanfaat.

Ia menjelaskan, orang benar berarti mengetahui kehendak Tuhan sehingga dia menjadi pelaku kehendak Tuhan. Fungsi saksi dalam tahbisan imam juga untuk menunjang kelayakan imam itu.

“Seleksi imam yang ketat untuk mencegah munculnya imam lebih banyak berdosa daripada berdoa. Ada juga yang lebih banyak berkarier daripada berkarya,” terang dia.

Pastor Kris Ludong, Ketua Komisi Kerasulan Awan yang juga hadir dalam talkshow tersebut menjawab beberapa pertanyaan secara langsung pada kolom komentar halaman Facebook Manado Catholic Orchestra, seperti pertanyaan mengenai berapa lama minimal seorang dapat menjadi imam Katolik.

“Untuk kuliah di seminari dengan pembinaan rohani dan pastoral, paling cepat 8 sampai 9 tahun. Kalau dari SMA maka ditambah 4 tahun, jadi sekitar 13 tahun. (Itu pun) jika lancar,” kata dia.

Maria Heny Pratikjno sebagai perwakilan GOTAUS Kusuma mengatakan, tim GOTAUS berkomitmen menopang para seminaris sehingga dapat menjadi imam yang berkualitas.

Pembiayaan di seminari, termasuk makan dan minum, supply gizi yang baik diharapkan menghasilkan pastor-pastor yang baik dan berkualitas.

“Selain itu ada biaya-biaya lain yang di diperlukan seminari. Selain donator tidak tetap GOTAUS juga membuka kesempatan bagi umat untuk menjadi donator tetap yang bersedia memberikan donasi yang bernilai konstan setiap bulan,” kata Heny yang juga dosen di Unsrat Manado.

Tentang program kegiatan GOTAUS, Heny menyampaikan informasi penting mengenai penundaan penarikan kupon undian sesuai dengan surat dari GOTAUS KUSUMA no 002/GK-KM/07/2020 bahwa penarikan kupon undian berhadiah GOTAUS KUSUMA yang salah satunya berhadiah rumah di GPI di tunda menjadi 24 April 2021.

Surat ini juga ditandatangani oleh Ketua GOTAUS Kusuma Welly Ferdinand Pesoth dan Uskup Manado Mgr Benedictus E Rolly Untu MSC.

Suasana siaran langsung talkshow MCO Manado.
Suasana siaran langsung talkshow MCO Manado. (ISTIMEWA)

Setelah pembahasan itu, ada lagi pembahasan terkait gaji atau upah untuk pastor yang ditanyakan umat.

Pastor Julius pun menerangkan bahwa seorang pastor bekerja karena dia adalah orang yang dipilih untuk tugas dan perutusannya.

“Pastor tidak di gaji. Pastor harus siap 24 jam, jika dipanggil harus mau. Dana cinta kasih dapat diberikan umat buat pastor tetapi itu bukan gaji melainkan cinta kasih umat kepada pastor,” kata dia.

Terkait upah pastor, Pastor Kris menambahkan pernyataan dari Santo Paulus, “Upahku ialah kerja tanpa upah” (I Korintus 9:18).

Adapun Pastor Andreas Buarlele menjawab pertanyaan mengapa seorang pastor bisa ditugaskan bukan di tempat kelahirannya atau tempat penahbisannya.

“Idealnya jika seorang imam ditahbiskan di keuskupan setempat, dia melayani di keuskupan itu. Tetapi dalam diskusi dan perjalanan panggilan, imam tidak hanya di keuskupannya saja, misalnya tarekat Misionaris Hati Kudus (MSC) diutus menjadi misionaris, memperkenalkan Yesus,” kata dia.

Moderator talkshow kemudian memberikan data dari Vatikan, 50 tahun lalu atau pada 1970, umat Katolik di seluruh dunia 650 juta jiwa dan dilayani 420.000 imam.

Kemudian pada 2020, jumlah umat katolik di seluruh dunia 1.33 miliar dengan 415.000 imam.

Khusus di Keuskupan Manado, jumlah umat Katolik sebanyak 142.000 jiwa dan dilayani 167 pastor.

“Padahal pada Yeremia 3:15 dikatakan, Aku akan memberimu gembala-gembala sesuai dengan hati-Ku.”

Menyambut jawaban tersebut, Pastor Julius mengatakan bahwa teks dalam Kitab Yeremia tersebut bukan berbicara tentang jumlah.

“Itu karena banyak imam yang tidak bekerja. Soal jumlah memang bisa mencemaskan tetapi Tuhan berjanji akan memberikan imam sesuai dengan hatiNya. Tuhan tidak pernah tidur, maka imam juga jangan banyak tidur. Zaman bangsa Israel, imamnya hanya Harun dan Musa untuk seluruh bangsa. Tetapi mereka lebih banyak bekerja daripada tidur. Turunnya jumlah imam dapat dijadikan indikator kualitas iman umat,” kata dia.

Menyikapi jumlah imam yang masih kurang dibanding jumlah umat, Pastor Julius juga memberikan pencerahan kepada para pemirsa.

“Sejarah mengajarkan, meski tinggal 1 orang, keselamatan akan terjadi jika orang itulah yang benar, setia, bijaksana, mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap kekuatan maka kekuatannya melebihi 1.000 pasukan. Jumlah imam sedikit atau banyak, jika dia sesuai dengan kehendak Tuhan itu sangat bagus,” kata dia.

Acara talkshow kali ini juga disiarkan langsung melalui Radio Montini.

Mewakili pihak Radio Montini, Pastor Made Pantyasa mengatakan bahwa di tengah masa pandemi ini, dengan tetap tinggal di rumah, bisa sekaligus menggelar talkshow setiap dua pekan ini.

Dengan tetap tinggal di rumah, umat bisa sekaligus memperdalam pengetahuan akan iman Kristiani.

“Lebih spesial lagi di tengah pandemi ini tetap diadakan tahbisan imam. Agaknya terasa kurang meriah karena tidak dihadiri oleh umat beriman. Tetapi apakah kemeriahan itu yang penting?” kata dia.

Mengangkat tema “Tahbisan dan suksesi apostolik Gereja”, kata dia, hal ini penting untuk dimengerti bersama hubungan antara tahbisan dan suksesi apostolik itu.

Secara sederhana dapat dimengerti sebagai pelayanan Gereja yang diturunkan dari para rasul secara berkesinambungan.

“Bagaimana hal itu bisa terjadi? Baiklah diikuti dengan cermat talkshow ini,” kata dia.

Di samping itu, perkembangan pembinaan calon imam tentu tidak lepas dari peran banyak umat.

Salah satu yang mengambil peran penting adalah gerakan orang tua asuh atau GOTAUS.

Para calon imam bisa dengan tenang dengan fasilitas yang memadai karena adanya orang-orang yang peduli dengan pembinaan calon imam.

“Karena itu pentinglah jika tahbisan yang diterima merupakan anugerah terbesar dari Tuhan. Tuhan mengutus orang-orang yang mau peduli dengan pembinaan calon imam. Karena itu imamat yang diterima bukanlah untuk diri sendiri, tetapi untuk banyak orang,” tekannya.

Sekertaris Keuskupan Manado sekaligus Moderator Manado Catholic Orchestra Pastor DR John Montolalu Pr mengatakan bahwa acara talkshow tersebut merupakan ungkapan iman, apalagi pada 26 Juli 2020 baru saja digelar tahbisan terhadap 10 imam yang baru oleh Uskup Mgr Rolly Untu.

“Kita menyambut mereka dengan ungkapan iman yang sama: Syukur padaMu Tuhan. Imam tambah banyak, karya pelayanan semakin banyak yang dapat dijangkau, iman umat semakin diperkuat dan diperdalam,” kata dia.

Ia menyebut, kehadiran para imam baru memperkuat barisan para imam untuk melanjutkan pelaksanaan tri tugas Kristus, yang pada awal mula sudah dipercayakan kepada para rasul.

“Proficiat kepada para imam baru, selamat bergabung dalam lingkungan para imam, dan selamat melayani umat Allah,” kata dia.

Penyerahan piagam penghargaan kepada para pembicara talkshow MCO.
Penyerahan piagam penghargaan kepada para pembicara talkshow MCO. (ISTIMEWA)

Acara ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pembicara yang diserakan oleh Sekretaris Manado Catholic Orchestra Brigita Carmelia Wowor.

Talkshow ini juga memberi para pemenang hadiah yang disumbangkan oleh Jumbo Pasar Swalayan.

Para pemenang pada talkshow, yakni Paulus Adam, Decinta, dan Cicilia Tedjasaputra.

Direktur MCO Ade John Nursalim mengucapkan terima kasih kepada partisipan/peserta dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini.

Juga kepada para pembicara, host dan moderator, kepada Pastor Made Pantyasa Pr dan Radio Montini 106 FM yang telah menyediakan tempat dan menyiarkan acara ini secara langsung melalui radio.

Ade juga berterima kasih kepada pihak Komisi Kateketik, Komisi Kerasulan Awam, Komisi Kepemudaan, Komisi Komunikasi Sosial, dan GOTAUS.

Ia juga berterima kasih kepada tim broadcasting, yaitu Caren Mainsiouw, Fransis Lasut, Andreas Wawolangi, Gabriella Kalalo, Yoan Karapa.

“Kami juga berterima kasih kepada Ibu Agnes Lomban yang telah membantu dalam memfasilitasi perlengkapan video dan kepada sponsor tunggal kita pada acara talkshow ini, Jumbo Pasar Swalayan,” kata dia. (max)

Dirjen WHO: Negara dengan Tingkat Penularan Covid-19 Tinggi Perlu Bersiap untuk Pertempuran Besar

Penjelasan Psikolog Soal Kenapa Bekerja dari Rumah di Era Pandemi Terasa Sulit

Terkait Konten YouTube, Anji dan Hadi Pranoto Resmi Dilaporkan ke Polisi

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved