Update Virus Corona Dunia
Pengendalian Covid-19 Lamban, Pemulihan Maskapai Penerbangan Global Butuh Waktu Lebih Lama
Kepercayaan konsumen terhadap perjalanan udara belum pulih, karena meningkatnya pengangguran dan risiko kesehatan lebih besar.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memprediksi arus lalu lintas penumpang maskapai global tidak akan kembali seperti sebelum pandemi Covid-19 hingga 2024.
Dalam pengumumannya yang dilansir Voice of America, Selasa (28/07/2020), menyebut, lalu lintas penumpang yang memperhitungkan jumlah penumpang dan jarak yang mereka tempuh, turun lebih dari 86 persen pada Juni, dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah total penumpang pesawat pada tahun 2020 diperkirakan akan turun 55 persen dibandingkan tahun lalu, lebih buruk dari penurunan 46 persen yang diperkirakan oleh IATA pada April lalu.
Asosiasi itu mengutip "lambatnya" pengendalian virus di negara-negara berkembang dan Amerika, yang bersama-sama mewakili sekitar 40 persen dari pasar perjalanan udara global, menyebabkan suramnya prakiraan tersebut.
Harian USA Today melaporkan dalam serangkaian pemaparan mengenai pendapatan kuartalan minggu lalu, para eksekutif maskapai penerbangan besar AS menyebut lonjakan kasus Covid-19 A.S sebagai penyebab kemerosotan baru, permintaan penumpang.
Perusahaan-perusahaan juga memangkas anggaran perjalanannya dan lebih memilih meneruskan pertemuan secara virtual.
Kepercayaan konsumen terhadap perjalanan udara belum pulih, karena meningkatnya pengangguran dan risiko kesehatan lebih besar daripada keinginan untuk bepergian.
IATA mengatakan pembatasan perjalanan pada menit-menit terakhir tidak membantu, seperti perintah karantina Inggris pada hari Sabtu untuk penumpang yang datang dari Spanyol.
Permintaan untuk penerbangan jarak dekat diharapkan pulih lebih cepat dari penerbangan jarak jauh.
IATA mengatakan maskapai China memimpin dalam pemulihan lalu lintas penumpang domestik namun disertai keengganan.
Setidaknya delapan maskapai penerbangan China telah memulai kampanye terbang murah, sepuasnya dan bekerja sama untuk menghidupkan kembali perjalanan di negara itu, demikian dilaporkan kantor berita AFP.
Direktur Jenderal dan CEO IATA Alexandre de Juniac mengecam kebijakan menghentikan dimulainya pembukaan kembali kegiatan yang menghancurkan kepercayaan serta karantina yang mematikan permintaan.
Dia juga menyampaikan seruan agar dilakukan pendekatan yang tepat sasaran dan pasti untuk perjalanan selama pandemi. (*)
• Serial HBO Watchmen Raih 26 Nominasi di Emmy Awards 2020
• Khawatir Covid-19, Pedagang Jual Hewan Kurban Secara Daring
• Peretas Bobol Jaringan Komputer Vatikan, Dicurigai dari China