Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lifestyle

Ternyata Olah Daging Kurban Jadi Sate Tidak Disarankan, Ini Alasannya

Iduladha 2020 sebentar lagi akan tiba dan hari raya ini identik dengan berkurban.

Kolase Tribun Manado/Instagram/ @ridwan_wh Websites delicious.com.au
Sate Kambing 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Iduladha 2020 sebentar lagi akan tiba dan hari raya ini identik dengan berkurban.

Kemudian, setelah pemotongan hewan kurban maka pembagian daging hewan kurban kepada yang membutuhkan.

Mungkin Anda sudah merencanakan menu masakan tertentu untuk mengolah daging kambing atau sapi hasil kurban.

Dari tahun ke tahun, banyak orang memilih mengolah daging kurban menjadi menu sate.

Namun ternyata, hal itu tidak disarankan.

Apa sebabnya?

Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group Chef Stefu Santoso menjelaskan,

daging kurban yang baru dipotong masih sangat segar sehingga tidak bisa langsung dikonsumsi karena teksturnya masih keras.

Diperlukan waktu untuk proses aging atau pelayuan sehingga tekstur daging menjadi lebih empuk.

"Untuk dijadikan sate saya tidak rekomen karena akan keras," kata Chef Stefu dalam sesi kulwap media, beberapa waktu lalu.

Agar tidak terlalu keras, daging bisa dibungkus terlebih dahulu dengan daun pepaya.

Namun, tidak dianjurkan dilakukan terlalu lama karena bisa memunculkan rasa pahit.

Pengolahan selain sate

Chef Stefu menyarankan agar daging kurban diolah dengan metode wet cooking 

atau metode makanan dimasak dengan menempatkannya pada air panas atau terekspos uap panas.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved