Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado Baku Dapa

Max Lomban Nomor Duakan Pencalonan, Fokus Bekerja untuk Rakyat

Max J Lomban Wali kota Bitung dan calon Wali kota Bitung dari partai Nasdem, buka-bukaan terkait kontestasi lanjutan pelaksanaan Pilkada 2020

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
Max J Lomban Wali kota Bitung yang juga calon Wali Kota dari Nasdem 

Namun, Lomban berharap nanti sesuai waktu yang sudah ditentukan ada yang bekerja di partai, menuntaskan pencalonannya tanpa mengabaikan fokus melayani masyarakat sebagai wali kota.

Gibran Rakabuming Tak Masalah Jika PKS Usung Achmad Purnomo dan Cucu Raja Solo untuk Melawan Dirinya

"Sebagaimana yang saya sampaikan kepada Forkompimda Kota Bitung, inginkan Pilkada ini berlangsung secara aman, damai, tertib dan betul-betul demokrasi tergambarkan dari Kota Bitung untuk Sulut dan Nasional," kata dia.

Meski berstatus sebagai petahana, dia meyakini tidak akan ada intervensi dari atas atau dari manapun untuk rakyat memilih, biarlah mereka milih sesuai hati nurani masing-masing tidak ada paksaan dan lainya sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang diinginkan.

Lomban mencontohkan, setiap kali melaksanakan tugas sebagai wali kota Bitung tidak ada yang namanya pentunjuk kaitannya sebagai calon wali kota Bitung untuk periode kedua.

"Saya juga pakai pakaian yang tidak berindikasi saya itu siapa, warna apa. Kalau di tempat lain maskernya berwarna, saya masih pakai masker biasa warna putih. Kalau di tempat lain saya dengar lain disyaratkan harus pakai begini dan begitu. Saya pikir masyarakat jeli dan semakin cerdas, silakan tentukan sikap dan pilihan jangan ada paksaan agar demokrasi telaksana," bebernya.

Masuk New Normal, Penjualan Sepeda Motor Honda DAW Naik 16 Persen

Landasan dalam berpolitik seperti apa? Lomban bilang dirinya latar belakangnya sebagai birokrat lalu jadi ketua partai. Ada tiga hal yang dia artikan, pertama birokrat itu goal-nya pelayanan, politik itu kepentingan dan bisnis goalnya profit.

Kalau politikus masuk ke Birokrat, yang dia bawah kepentingan salah karena di birkorat adalah pelayanan. Pebisnis yang masuk birokrat untuk mencari provit salah karena di birokrat pelayanan.

"Ketika saya jadi ketua partai, belajar bagaimana me-manage partai. Saya uji coba manage partai dengan mekanisme birokrat yaitu pelayanan dan ternyata sukses.

Mungkin ini bisa diambil teman lain dalam mimimpin partainya, ketika manage partai dengan mekanisme birokrat titik berat pelayanan hasilnya kelihatan," ujarnya.

Akhirnya, Tenaga Medis Penanganan Covid-19 RSUD Kotamobagu Terima Insentif

Dia contohkan di Provinsi Sulut, partai yang dia pimpin awalnya calon dapil Sulut untuk DPR RI ada enam kursi dulunya tidak ada utusan. Tapi sekarang menempatkan dua anggota DPR RI Nasdem dari Dapil Sulut.
Kedua anggota DPR RI Nasdem dari Dapil Sulut, sangat membanggakan.

Satu di antaranya anggota DPR RI termuda, sempat menjadi pimpinan sidang dan punya kualitas, atas nama Hillery Lasut.

Dan yang kedua menjadi ketua komisi IX, Felly Runtiwene.

Di tingkat DPRD provinsi Sulut dari sebelumnya ada 2 utusan, sekarang punya 9 anggota DPRD Provinsi Sulut dan bisa mencalonkan sendiri gubernur tanpa koalisi.

Covid-19 Banyak di Perumahan Elite, Risma Rayu Pasien Positif Isolasi di Tempat Terpisah

"Di tingkat 15 kota kabupaten, dulu 24 dan satu wakil ketua DPRD. Sekarang ada 58 dan 9 wakil ketua DPRD. Ini karena kerja bareng, dengan menej model birokrat titik berat pelayanan," jelasnya.

Terkait dengan modal yang hendak dikampanyekan, Lomban bilang, sampaikan saja apa yang disampaikan oleh Ketua Umum Nasdem Surya Paloh untuk disampaikan oleh calon ke masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved