News
Anggota DPRD Sumut Baku Hantam di Tempat Hiburan Malam, Ajak Puluhan Orang Keroyok Dua Oknum Polisi
Politisi dari PDI Perjuangan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (21/7/2020). Pukul oknum polisi.
Rekaman CCTV baku hantam yang melibatkan oknum anggota DPRD Sumut tersebut sempat viral di media sosial.
Dalam video tersebut terlihat sejumlah orang berhadapan dan aksi dorong.
Tiba-tiba seseorang melayangkan pukulan hingga korban terjatuh. Pemukulan pun tak hanya dilakukan sekali.
Di video tersebut terlihat banyak orang berkerumun di lokasi kejadian.
Setelah kasus tersebut, polisi langsung mengamankan 17 orang dan 7 di antara mereka positif metamphetamine.
Polisi kemudian menetapkan 8 orang tersangka, 7 di antaranya pria dan 1 orang perempuan.
• Akhyar Nasution Membelot ke Domokrat, Kagetkan PDIP Sumut Setelah Gunakan Seragam Partai Banteng
• Pilkada Boltim, Nasdem Pilih Sachrul Mamonto Calon Bupati, PDIP ‘Singkirkan’ Amalia Landjar
• PDIP Terbuka Berkoalisi di Pilgub, Demokrat dan PKS Berpeluang Gabung
PDIP Tak Beri Bantuan Hukum
Sementara itu dilansir dari tribun-medan.com, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat menegaskan partainya tak akan memberikan bantuan hukum bagi anggota DPRD Sumut dari partai PDI-Perjuangan, KHS.
"Kami (PDIP) tidak akan memberikan perlindungan hukum bagi anggota legislatif yang bermasalah dan melanggar disiplin partai. Apalagi di masa pandemi covid-19 ini," ujar Djarot sat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2020).
Djarot menjelaskan, seorang anggota legislatif dengan label 'yang terhormat' harusnya menjadi teladan bagi masyarakat.
"Bukan malah membuat tindakan tidak terhormat dan tidak terpuji yang mencoreng nama partai," tambahnya.
Oleh karenanya, kata Djarot, PDIP akan memberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan sesuai peraturan partai.
"Semuanya akan melalui mekanisme yang ada di mahkamah partai," ucapnya.
Djarot memperingatkan akan menindak tegas seluruh kader yang tak tunduk dengan peraturan dan arahan partai tanpa pandang bulu.
"Kita juga mendorong aparat kepolisian agar bertindak secara profesional terhadap kasus ini agar tak terjadi di tempat lain," jelasnya.