Operasi Patuh Samrat 2020
Operasi Patuh Samrat 2020, 90 Kendaraan Langgar Lalu Lintas hingga Banyak Warga Abaikan Masker
Dalam operasi kali ini, Kasatlantas masih menemukan banyak masyarakat yang mengabaikan imbauan pemerintah.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hari kedua pelaksanaan Operasi Patuh Samrat 2020 pada Jumat (24/7/2020) berjalan lancar.
Pada hari kedua ini, Kasatlantas Polresta Manado AKP Magdalena Anita Sitinjak turun langsung ke jalan bersama anggota untuk menertibkan masyarakat yang tidak menaati aturan lalu lintas.
Kali ini operasi berlokasi di Jembatan Megawati, Tuminting, Kota Manado.

Dalam operasi kali ini, Kasatlantas masih menemukan banyak masyarakat yang mengabaikan imbauan pemerintah.
"Masyarakat banyak sekali yang tidak menggunakan masker saat berkendara padahal sudah masuk ke dalam protokol kesehatan. Jadi tadi kami sekaligus mengimbau," ujar Kasatlantas.
Selain itu, masih banyak masyarakat yang berusaha mengabaikan keberadaan polisi sehingga langsung masuk ke gang-gang kecil padahal hendak diperiksa.
Kasatlantas juga mengatakan bahwa operasi kali ini pihaknya menilang pelanggaran yang kasat mata.
"Jadi kali ini kami menilang pelanggaran yang langsung tampak seperti tidak menggunakan helm atau menggunakan helm yang tidak SNI, boncengan ber-3, anak kecil tidak menggunakan helm, anak kecil mengendarai motor, tidak menggunakan seatbelt , melawan arah dan knalpot bising lalu nanti baru kami tanyai soal kelengkapan surat-surat," tambah Kasatlantas.
Sedangkan operasi patuh pada hari kedua yang diadakan di Jembatan Megawati ini Dirlantas Polresta Manado menemukan 90 kendaraan yang melanggar lalu lintas.
Sebanyak 16 motor, satu angkot, pelanggar SIM dan STNK 28 ditilang. Sedangkan 45 pengendara yang tidak memiliki SIM kendaraannya ditahan.
Untuk para pengendara yang tidak menggunakan masker, sejauh ini tidak ada tindakan hukum, hanya mendapat imbauan agar maskernya segera dipakai.
"Untuk pengendara yang tidak menggunakan masker tetap kami imbau dulu sesuai instruksi Presiden Jokowi. Memang sudah ada denda tilangnya tapi kita masih tahap himbauan terlebih dahulu," ucap Kasatlantas.
Menurut Kasatlantas, pihaknya masih banyak mengincar para pengendara yang tidak memakai helm. Hal ini disebabkan karena angka kecelakaan Kota Manado dari April hingga Juni grafiknya justru naik.
Sejauh ini, selama operasi patuh Dirlantas Polresta Manado tidak mendapat perlawanan dari pengendara karena menurut Kasatlantas sebenarnya masyarakat Kota Manado sudah paham dengan peraturan hanya saja tetap abai.
Untuk mencegah kembali terulangnya pelanggaran, Dirlantas Polresta Manado akan terus melakukan sosialisasi ke seluruh Kota Manado menggunakan kendaraan dan pengeras suara, pamflet, bahkan media sosial.