Bencana Banjir di Bolsel
Hingga Sore Ini, Akses Jalan Bolmong-Bolsel Belum Bisa Dilewati
Masyarakat, Polri, BPBD, dan TNI masih terus berupaya membuka akses jalan yang tertutup longsor.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rhendi Umar
Pihaknya juga sudah memasang tanda larangan di sekitar badan jalan.
"Untuk sementara akses jalan ini tak bisa dilewati, jadi kita tutup dulu," tegasnya.
Kades Hilang Terseret Banjir
Seorang Sangadi (Kepala Desa) di Desa Bakida, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolsel, bernama Reslan Ibrahim dilaporkan hilang terseret banjir.
Dari informasi yang diperoleh Tribun Manado, korban awalnya sempat memantau keadaan banjir tak jauh dari sungai yang ada di desanya.
Naasnya korban terpeleset dan jatuh ke aliran sungai lalu terseret air.
Warga kemudian langsung melakukan pencarian di muara sungai, yang ada di tepi pantai.
Peristiwa ini dibenarkan oleh Camat Helumo Noldy Tangahu, ketika dihubungi Tribun Manado via telepon.
Menurut Noldy, pihaknya bersama warga masih melakukan pencarian di tepi pantai.
"Dari laporan warga memang korban terseret banjir, sekarang saya sedang di tepi pantai ikut mencari korban," aku dia.
Sementara itu, Kapolsek Bolaang Uki AKP Suharno mengaku sudah menerima laporan tersebut.
"Kami masih kroscek lagi. Karena tadi yang memberi laporan, nomornya sudah tak bisa dihubungi," tegasnya.
Tragedi Banjir 2008 Terulang
Tragedi banjir di tahun 2008 silam, terulang kembali di tahun 2020.
Hujan deras yang melanda Bolsel sejak malam hari, membuat hampir seluruh Desa di Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mengalami banjir akibat luapan air setinggi lutut kaki orang dewasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ruas-jalan-bolsel-bolmong-yang-masih-tertutup-banjir.jpg)