Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hormati Kebebasan Beragama, Turki Siap Undang Paus Fransiskus ke Hagia Sophia

Kalin mengatakan Turki siap untuk mengundang semua orang, termasuk Paus Fransiskus, dan menegaskan mereka menghormati kebebasan beragama

Editor: Finneke Wolajan
Paus Fransiskus 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah mengubah status menjadi masjid dua pekan lalu, Pemerintah Turki menyatakan, mereka siap mengundang Paus Fransiskus ke Hagia Sophia.

Ibrahim Kalin, Juru Bicara Kepresidenan mengatakan, bangunan yang masuk Warisan Kebudayaan Dunia UNESCO itu masih akan tetap dibuka untuk umum.

Kalin kepada CNN International menerangkan mereka tidak akan melakukan perubahan pada mosaik Kekristenan, karena masuk ke dalam "warisan kebudayaan Turki".

Hagia Sophia, Gereja Konstantinopel megah yang kini beralih fungsi menjadi masjid.
Hagia Sophia, Gereja Konstantinopel megah yang kini beralih fungsi menjadi masjid. ()

"Kami akan melakukan beberapa kebijakan, seperti menutupi mosaik itu ketika tiba waktunya shalat tanpa menyentuhnya," jelasnya.

Dilansir Anadolu via Greek City Times Selasa (21/7/2020), dia menekankan tidak akan ada kerusakan paa arsitektur maupun mosaik Hagia Sophia.

Dia kemudian menegaskan bahwa bangunan yang dibangun di era Bizantium itu terbuka bagi para pemeluk agama maupun mereka yang tak beragama.

Karena itu, Kalin mengatakan Turki siap untuk mengundang semua orang, termasuk Paus Fransiskus, dan menegaskan mereka menghormati kebebasan beragama.

Ucapan Kalin terjadi setelah Paus menyatakan, dia "sangat sedih" setelah Ankara mengubah status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid.

"Saya memikirkan Istanbul. Saya sedang memikirkan Hagia Sophia. Saya sangat sedih," terang Kepala Vatikan sekaligus pemimpin Gereja Katolik itu.

Kalin melanjutkan, reaksi perubahan status bangunan yang juga disebut Ayasofya tersebut hanya didasarkan pada prasangka dan penilaian ketinggalan zaman.

"Terdapat kebebasan beragama di Turki. Kami menikmati kebebasan itu sama seperti komunitas keagamaan lain di negara ini," jelas Kalin.

Pada 10 Juli, Presiden Recep Tayyip Erdogan menandatangani dekrit perubahan status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid.

Penandatanganan dekrit tersebut merespons keputusan pengadilan tertinggi, yang membatalkan dekrit 1935 silam, yang dikeluarkan di era Mustafa Kemal Ataturk, bapak Turki modern.

Sebelum menjadi museum, Hagia Sophia pernah menjadi masjid di era Ottoman, setelah Sultan Mehmet II menaklukkan Istanbul (dulu Konstaintinopel) dari Bizantium.

Keputusan Erdogan mengubah bangunan bersejarah berusia ribuan tahun itu tak hanya menuai kekecewaan Paus Fransiskus, tapi juga membuat Yunani marah.

Sebab sebelum menjadi masjid selama ratusan tahun, Hagia Sophia merupakan gereja Ortodoks.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Turki Siap Undang Paus Fransiskus ke Hagia Sophia"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved