Update Virus Corona Dunia
VAKSIN Covid-19 Hasil Temuan Peneliti Oxford University Inggris Diproduksi Akhir Tahun 2020
Hal ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi kita semua untuk mengatasi pandemi virus corona atau covid-19.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Peneliti di Inggris mengatakan bahwa vaksin virus corona akan ada pada akhir tahun ini.
Hal ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi kita semua untuk mengatasi pandemi virus corona atau covid-19.
Para peneliti dari Universitas Oxford (Oxford University) Inggris mengumumkan bahwa Vaksin Virus Corona bisa diproduksi secara penuh sebelum Natal 2020 atau Desember 2020.
Keyakinan bahwa Covid-19 bisa diproduksi secepatnya itu terjadi setelah hasil uji coba klinis yang menjanjikan.
Para ahli di Universitas Oxford menemukan suntikan yang mereka kembangkan memicu reaksi kekebalan tubuh.
Peneliti senior Profesor Adrian Hill seperti ditulis mirror.co.uk mengatakan, "Ada kemungkinan akan ada vaksin yang digunakan pada akhir tahun ini."
Dengan vaksin yang aman dan efektif satu-satunya jalan keluar dari krisis coronavirus,
hasil yang menjanjikan dari uji coba besar akan menjadi pendorong bagi negara yang dilanda pandemi.
Para ilmuwan tadi malam optimistis bahwa vaksin akan tersedia enam bulan ini dalam perang melawan penyakit yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan melumpuhkan ekonomi dunia tersebut.
Dan mereka berharap itu dapat diluncurkan oleh The National Health Service (NHS) dan pekerja perawatan,
serta mereka yang dianggap berisiko tinggi, mungkin sebelum Natal 2020.
The National Health Service (NHS) atau Layanan Kesehatan Nasional adalah istilah umum untuk sistem perawatan kesehatan yang didanai publik dari Inggris. Sejak 1948 telah didanai dari perpajakan umum.

Siapa yang Prioritas Dapatkan Vaksin
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendesak agar berhati-hati dengan memperingatkan bahwa tusukan itu mungkin tidak "datang menaiki bukit seperti kavaleri" dulu.
Tetapi Dr Sandy Douglas, salah satu pemimpin uji coba, mengatakan: "Saya pikir vaksin mungkin tersedia untuk beberapa orang dalam kelompok berisiko tinggi di Inggris pada akhir tahun ini.