Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mumi

EKSPRESI KETAKUTAN Seorang Mumi Putri Mesir Berumur 3.000 Tahun Terungkap

Para peneliti yang menggunakan CT scan mengungkapkan sang putri meninggal karena serangan jantung.

Tayang:
Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Mumi yang satu ini memperlihatkan ekspresi ketakutan. 

Sampai sekarang kematiannya dan identitasnya tetap menjadi misteri.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ahli Mesir terkenal Zahi Hawass dan Sahar Saleem, profesor radiologi di Universitas Kairo, mengungkapkan aterosklerosis yang parah pada arteri koroner menyebabkan kematian mendadak sang putri karena serangan jantung.

CT scan menunjukkan bahwa dia menderita aterosklerosis arteri koroner kanan dan kiri, arteri leher dan aorta abdominal (UNIVERSITAS CAIRO)

Hawass mengatakan kepada Ahram Online proses pembalseman Mesir kuno telah mempertahankan postur sang putri pada saat kematian.

Tulisan-tulisan dalam bahasa Mesir kuno yang berjenjang di atas kain linen dari mumi itu berbunyi, "Putri kerajaan, saudara perempuan kerajaan Meret Amon."

Hasil CT scan juga menunjukkan dia meninggal pada dekade keenam dan menerima perawatan mumi yang baik.

Hawass mengatakan hasil menunjukkan bahwa mumi menderita aterosklerosis parah, yang mempengaruhi banyak arteri tubuh.

Aterosklerosis adalah penyakit degeneratif yang semakin mempengaruhi dinding arteri, yang menyebabkan penyempitan rongga dan penyumbatan pembuluh darah.

CT scan menunjukkan dia menderita aterosklerosis arteri koroner kanan dan kiri, arteri leher, aorta abdominalis dan arteri iliaka, serta arteri ekstremitas bawah.

"Kami berasumsi bahwa mayat 'wanita yang berteriak' itu mungkin belum ditemukan sampai berjam-jam kemudian, cukup untuk mengembangkan rigor mortis," Hawass menjelaskan.

Tulisan-tulisan dalam bahasa Mesir kuno yang berjenjang di atas kain linen dari mumi itu berbunyi: 'Putri kerajaan, saudara perempuan kerajaan Meret Amon' (UNIVERSITAS CAIRO).

“Kami berasumsi pembalsem mungkin membuat mumi sebelum membusuk.

"Para pembalsem tampak tidak dapat membuat mulut sang putri tertutup atau menempatkan tubuh seperti mumi-mumi lainnya, sehingga menjaga ekspresi wajah dan posturnya seperti pada saat kematian," katanya.

Royal Cachette juga berisi mumi Pentawere, putra Raja Ramses III.

Pentawere terpaksa dibunuh dengan cara digantung sebagai hukuman atas keterlibatannya dalam pembunuhan ayahnya, yang sekarang dikenal sebagai Konspirasi Harem.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved