Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

BERIKUT ini Adalah Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Kanker Kerongkongan

Kerongkongan adalah organ berbentuk pipa yang menghubungkan rongga mulut dan lambung dengan panjang kurang lebih 45 cm.

Editor: Indry Panigoro
Tribun Jatim
ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dari sekian banyak jenis kanker yang pernah ditemui dan menyerang manusia, kanker tenggorokan terbilang salah satu jenis yang jarang terjadi.

Meskipun begitu, Anda perlu waspada terhadap penyakit satu ini.

Untuk itu, Anda perlu terlebih dahulu mengenali gejala , penyebab hingga cara mengobatinya.

Kanker esofagus adalah salah satu jenis kanker yang terjadi pada esofagus atau kerongkongan.

Kerongkongan adalah organ berbentuk pipa yang menghubungkan rongga mulut dan lambung dengan panjang kurang lebih 45 cm.

Untuk mencapai lambung, makanan dan minuman, harus melewati esofagus atau kerongkongan tersebut.

SARAPAN Pagi, Resep Roti Tortilla Wrap Isi Daging, Camilan Enak Mudah Dibuat

Esofagus terletak tepat di belakang saluran pernapasan (trakea) dan di depan tulang belakang.

Melansir Buku Deteksi Dini & Atasi 31 Penyakit Bedah Saluran Cerna (Digestif) (2017) oleh Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, SpB-KBD, kanker esofagus merupakan penyebab kematian keempat tersering di negara berkembang.

Kanker esofagus dilaporkan lebih sering terjadi pada laki-laki.

Angka perbandingan kejadian kanker esofagus pada laki-laki dan perempuan bahkan bisa mencapai 4 banding 1.

Gejala kanker esofagus

Sama halnya dengan jenis kanker lainnya, gejala kanker kerongkongan pada umumnya tidak terlihat pada tahap awal perkembangannya.

Seiring berjalannya waktu, gejala kanker esofagus tersebut baru mulai terlihat atau terasa.

Berikut ini beberap kemungkinan gejala kanker esofagus yang perlu diwaspadai:

  • Disfagia atau kesulitan menelan
  • Odynophagia atau nyeri menelan
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri di belakang tulang dada atau epogastrium
  • Batuk serak
  • Mual dan muntah, ergurgitasi
  • Hematemesis atau muntah darah

Ini Alasan Kenapa Penderita Diabetes Sering Sakit Kepala

Kapan harus ke dokter?

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved