Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

DKI Jakarta

Didesak Hentikan Penerapan, Anies Baswedan Perpanjang PSBB Transisi, Ini Alasannya

Anies menyebut bahwa data ini menunjukan masyarakat harus lebih waspada menghadapi Covid-19 di masa transisi.

Editor: Frandi Piring
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penerapan Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta diperpanjang Gubernur Anies Baswedan.

Sebelumnya desakan untuk menghilangkan penerapan PSBB Transisi di Jakarta sudah ditujukan kepada Anies Baswedan.

Namun, kini Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang penerapan PSBB transisi di ibu kota.

Ia mengatakan selama 5 pekan pertama masa PSBB Transisi, positivity rate atau tingkat positif virus corona atau Covid-19 dari tes yang dilakukan konsisten di bawah 5 persen atau sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tapi dalam satu pekan terakhir atau pekan penghabisan, justru tingkat positif Covid-19 meningkat di atas 5 persen.

Pada pekan pertama penerapan PSBB transisi per 5 Juni lalu, tingkat positif Covid-19 berada di angka 4,4 persen.

Pekan kedua menurun ke 3,1 persen.

Pada pekan ketiga alami tren kenaikan 3,7 persen, pekan keempat 3,9 persen, dan pekan kelima 4,8 persen.

"Jadi selama lima minggu kita berada di dalam zona aman. Secara rekomendasi WHO kita ini di bawah 5 persen," kata Anies di kanal Youtube Pemprov DKI, Kamis (16/7/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Namun ketika memasuki pekan keenam PSBB transisi, tingkat positif Covid-19 naik tajam menjadi 5,9 persen atau meningkat 1,1 persen dari pekan sebelumnya.

Dengan kata lain, tingkat positif Covid-19 di DKI Jakarta tidak lagi memenuhi standar WHO untuk disebut sebagai daerah yang mampu mengendalikan kasus Corona.

"Tapi di pekan terakhr ini positivity rate kita meningkat menjadi 5,9 persen selama satu minggu ini. Jadi sudah lama kita di bawah 5 persen, tapi seminggu terakhir kita naik di atas 5 persen," jelas Anies.

Memang berdasarkan grafik penambahan kasus positif Covid-19, beberapa kali tambahan kasus harian DKI Jakarta memecahkan rekor temuan terbanyak dalam satu hari.

Bahkan tambahan kasus baru menebus 404 orang positif terjangkit Covid-19.

Anies menyebut bahwa data ini menunjukan masyarakat harus lebih waspada menghadapi Covid-19 di masa transisi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved