Berita Bolmong
Orangtua Siswa 'Terpaksa' Beli Laptop dan Handphone
Orangtua harus menyediakan laptop, handphone hingga kuato internet, guna mendukung metode pembalajaran siswa dalam jaring (daring)
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO, BITUNG - Pandemi Covid 19 membawa dampak tersendiri bagi sejumlah orangtua siswa.
Apa itu? Kini orang tua siswa tak hanya menyiapkan keperluan seragam, tas, sepatu dan alat tulis menulis saja.
Melainkan kini orang tua harus menyediakan laptop, handphone hingga kuata internet, guna mendukung metode pembalajaran siswa dalam jaring (daring) dan luar jaringan daring (luring).
Seperti yang dilakukan orangtua satu ini, sebut saja Atus warga Kecamatan Ranowulu Kota Bitung beberapa hari ini sibuk mencari laptop dengan harga terjangkau.
• Pemkab Minsel Diapresiasi BPK RI, Brando Tampemawa: Ini Hasil Kerja Bersama
"Ngoni tau dimana tampa jual laptop dengan budget Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Untuk anak pakai melanjutkan pendidikannya menggunakan metode daring," kata Atus nama semaran, Rabu (15/7/2020).
Pria yang enggan identitasnya disebut menambahkan, saat ini tidak dipungkiri dengan metode pembelajaran yang berbeda dari pada umumnya kebutuhan seperti laptop, handphone hingga kuota internet.
Mau tidak mau harus dipenuhi, agar hal tersebut dapat menunjang proses pembelajaran anak di jenjang pendidikan lebih lanjut.
"Kenapa harus laptop, karena kalau ada video virtual bisa banyak orang di tampilkan. Sedangkan kalau HP harus geser sana geser sini," tandasnya.
Frani orangtua lainnya warga di Kecamatan Matuari kota Bitung, mengaku sempat berencana untuk membeli laptop dan handphone dalam mendukung program pembelajaran di tengah pandemi Covid 19.
• Ini Cara KPU Bolmong Coklit Warga yang Diisolasi dan Pasien Covid-19
Saat ini Frani memiliki dua orang putri yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), harus menggunakan laptop secara bergantian milik sang suami dalam mengikuti progras belajar dari rumah.
"Ini kesulitannya, dua anak di jenjang yang berbeda.Sehingga kebutuhan seperti laptop dan handphone perlu. Karena akan sangat sulit jika harus bergantian," jelas Frani.
Selain laptop milik suami yang dipakai bergantian dua putrinya dalam belajar dari rumah, handphone miliknya juga harus di korban untuk menopang proses belajar sang anak.
Kondisi seperti ini memang harus dipenuhi orangtua, di tengah keterbatasan pendapatan dari pekerjaan yang terdampak pandemi Covid 19.
"Kalau laptop masih belum mampu kami penuhi, sementara kalau handphone masih bisa di jangkau. Jadi kemungkinan mau beli handphone untuk tunjang kegiatan belajar daring anak-anaknya," tandasnya.(crz)
• KPU Boltim Lantik 207 PPDP Secara Daring, Jamal Rahman: Setelah Pelantikan Langsung Coklit