Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

Bayi di Bawah Satu Tahun Tak Boleh Diberi Madu, Apa Alasannya?

Tapi ternyata para ahli kesehatan justru menyarankan agar bayi di bawah umur satu tahun tidak dberi madu. Mengapa?

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi madu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KESEHATAN - Pada tahun pertama perkembangan buah hati biasanya orangtua ingin mengenalkan banyak hal termasuk soal makanan.

Banyak tekstur dan rasa yang ingin dikenalkan, salah satunya rasa manis. Agar lebih aman, orangtua kemudian memilih madu sebagai pemanis alami bagi anaknya.

Tapi ternyata para ahli kesehatan justru menyarankan agar bayi di bawah umur satu tahun tidak dberi madu. Mengapa?

Bahaya madu untuk bayi di bawah 1 tahun
Segala jenis madu, termasuk madu murni, madu yang sudah dipasteurisasi, difilter, sampai madu lokal tidak disarankan untuk bayi di bawah usia satu tahun.

Selain pemberian madu secara langsung, bayi di bawah usia satu tahun juga dilarang diberi produk mengandung madu baik makanan maupun minuman.

Ahli gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum. menjelaskan, madu tidak disarankan untuk anak di bawah usia satu tahun karena risikonya bisa membahayakan bayi.

"Walaupun dalam jumlah kecil, risikonya bisa alergi," jelas Tan ketika berbincang dengan Kompas.com (14/7/2020).

Dilansir dari Healthline, bayi di bawah usia satu tahun yang diberi madu berisiko mengalami penyakit botulisme pada bayi (infant botulism).

Risiko penyakitnya paling tinggi saat madu diberikan untuk bayi 0-6 bulan.

Botulisme adalah kondisi serius yang menyerang saraf karena kontaminasi spora Clostridium botulinum dari sejumlah madu.

Spora yang masuk ke tubuh dari madu ini bisa bisa menjadi bakteri di dalam usus dan menghasilkan racun yang membahayakan tubuh bayi.

Melansir Parents, gejala botulisme bisa muncul selang beberapa jam atau hari setelah bayi menelan madu.

Tanda-tanda botulisme pada bayi di antaranya lemah otot, tidak selera menyusu atau makan, susah menelan, sembelit, lesu, dan sesak napas.

Dalam kondisi yang parah, botulisme pada bayi dapat menyebabkan dehidrasi sampai pneumonia.

Botulisme bisa berbahaya bagi bayi. Sekitar 70 persen bayi yang mengidap botulisme memerlukan alat bantu pernapasan ventilator.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved