Breaking News:

Pilgub Sulut 2020

Pengamat Politik Sulut: Membangun Koalisi Yang Kuat Jadi Kunci Menangkan Pertarungan Pilkada

Pengamat Politik Sulut Prof Welly Areros mengatakan Fenomena yang terjadi selama menjelang persiapan Pilkada desember 2020

Istimewa
Prof Welly Areros 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamat Politik Sulut Prof Welly Areros mengatakan Fenomena yang terjadi selama menjelang persiapan Pilkada desember 2020 mendatang adalah bagaimana membangun koalisi yang paripurna dengan mencari partai politik untuk menjadi mitra dalam perebutan kursi kepala daerah kususnya Posisi Gubernur dan Wakil Gubernur.  

Kata dia, yang menarik dan menjadi perhatian para pemerhati Politik Sulut bukan tertuju pada posisi ODSK, tetapi justru dua wajah baru dalam perebutan kursi Gubernur dan wakil Gubernur yaitu Antara CEP yang di usung Partai Golkar dan VAP yang di usung Partai Nasdem.

Walaupun kedua-duanya sementara menjabat Bupati dengan segudang pengalaman belum menjamin bahwa keduanya bisa membangun Koalisi dengan partai-partai di luar PDIP yang sudah bulat ke ODSK.

"VAP yang di dukung Nasdem harus bisa berkoalisi dengan beberapa parpol yang memiliki perwakilannya di DPRD propinsi, dengan jumlah kursi yang signifikan, katakanlah, Gerindra, Demokrat, dan beberapa parpol kecil yang ada," sebut Areros kepada Tribun Manado.

Lanjutnya, dalam menentukan pendampingnya VAP harus lebih berhati-hati agar tidak menempatkan calon Wakil yang lemah dukungan masyarakat pemilih, sehingga VAP harus pintar-pintar meminang parpol yang ada untuk bisa berkoalisi.

"Tetapi tentunya tetap mengikuti petunjuk partai yang mengusungnya yaitu Nasdem. Tidak boleh keluar dari komitmen politik partai pengusung dan juga harus di hitung secara matang apakah nanti juga pendukung VAP dan partai Nasdem semuanya menerima dan mendukung Pencalonan VAP sebagai Calon Gubernur secara utuh," ungkap Areros

"Selain itu, yang perlu di bangun adalah pola kesepakatan politik dalam koalisi antar partai untuk memenangkan pertarungan hidup mati untuk menjadi Gubernur," tegasnya.

Sementara itu, disisi lain CEP calon Gubernur Sulut yang secara bulat dan utuh mendapat dukungan dari DPP Golkar, harus juga bekerja keras untuk meraup kemenangan dalam Pilkada nanti.

Persoalan yang muncul di kalangan politis dan masyarakat ketika CEP menentukan pasangan Wakilnya, dan ternyata yang di pilih adalah Sehan Landjar Bupati Boltim, disini muncul berbagai tanggapan kenapa harus Sehan bukan Elly Lasut? Apakah ada upaya lain untuk mendulang suara muslim sebagai basis suara yang signifikan?

Apakah sudah pasti secara bulat dan utuh suara yang di maksud akan ke CEP? Belum bisa di pastikan, kemungkinan suara-suara ini sudah lebih dulu di ambil oleh calon-calon yang lain.

"Karena jauh sebelum ramai membicarakan pelaksanaan pilkada 2020 sudah ada partai politik yang langsung mengumumkan calon mereka dan kemudian mencari dukungan suara dari berbagai strata pemilih yang ada di sulut dan ini menjadi tanda awas buat CEP," ujar Areros

"Jadi belum jadi jaminan untuk bisa aman," katanya.

Disaat yang sama, begitu banyak persoalan yang sementara di hadapi Ketua Golkar Sulut CEP yaitu dalam internal partai, ini juga akan melemahkan strategi pemenangan CEP.

Nah, sekarang penentu akhir adalah masyarakat yang nanti akan memilih siapa yang layak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Hasil pilihan rakyat Sulut. Masyarakat kita sudah semakin cerdas dan tanggap dalam membaca situasi dan perkembangan politik di daerah.

"Karena itu sebaik apapun yang telah disiapkan oleh Partai-partai pengusung dan partai yg berkoalisai semuanya kembali kepada semua calon yang punya Integritas, jujur, siap melakukan perubahan, menyusun Anggaran yg lebih banyak berpihak kepada rakyat, dan yang paling penting adalah takut akan Tuhan," pungkas Prof Welly Areros. ( Tribunmanado/Mejer Lumatow)

Penulis: Majer Lumantow
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved