Berita Sulut
Pertama Kali, 21 Ton Kopra Putih Asal Tahuna Diekspor ke India
Pandemi Covid-19 tak menghalangi komoditas pertanian asal Sulut dikirim ke luar negeri
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pandemi Covid-19 tak menghalangi komoditas pertanian asal Sulut dikirim ke luar negeri.
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado memfasilitas ekspor 21 ton kopra putih asal Tahuna, Kepulauan Tahuna. Ini untuk pertama kalinya, kopra putih asal Tahuna diekspor dengan tujuan India.
Data pada sistem perkarantinaan, IQFAST mencatat nilai ekonomi ekspor perdana kali ini mencapai Rp 200 juta.
Komoditas ini dikirim menumpangi KM Logistik Nusantara I menuju Surabaya sebelum ke negara tujuan, India.
"Satu lagi sentra produk pertanian yang berorientasi ekspor, semoga kedepan makin banyak produk asal batas negeri ini yang bisa bersaing," kata Kepala Karantina Pertanian Manado Donni Muksyidayan Saragih melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (11/07/2020).
• Kasus Covid-19 Melonjak, Pemprov Pastikan Penanganan Tetap Prioritas
Tahuna, Ibu Kota Kepulauan Sangihe berjarak 251 kilometer dari Kota Manado dan dapat ditempuh melalui jalur udara selama kurang lebih 50 menit.
Sangihe juga termasuk salah satu pulau terluar Sulawesi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina.
Pulau ini banyak menyimpan potensi produk pertanian, khususnya asal sub sektor perkebunan seperti pala, cengkeh dan kelapa.
Kedepan, Karantina Pertanian Manado berencana akan meningkatkan sinergistas baik dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait, pelaku usaha dan petani serta pekebun guna mendorong komoditas ini masuk pasar ekspor.
• 3 Lokasi Tempat Pelayanan SIM Keliling Hari Ini Minggu 12 Juli 2020 di Jakarta
"Dari data kami, semua jenisnya masuk dalam komoditas pertanian unggulan ekspor asal Sulut, artinya pasarnua ada," katanya.
Kopra Tahuna yang pertama kali masuk pasar India ini sebelumnya telah melalui rangkaian pemeriksaan oleh petugas Karantina Pertanian Manado di wilayah merja Tahuna.
Karena produk masih transit di Surabaya maka komlditas yang telah dinyatakan sehat ini mendapatkan
sertifikat kesehatan tumbuhan antar area (KT 12) untuk diproses selanjutnya di Karantina Pertanian Surabaya.
• ABK Indonesia di Kapal Berbendera China Mengaku Dianiaya Setiap Hari
Ekspor Langsung Tingkatkan Daya Saing
Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menyebutkan, saat ini pihaknya tengah menjajagi kerja sama dengan berbagai pihak agar kawasan pertanian yang berorierasi ekspor dapat memiliki sarana transportasi berupa 'direct shiptment' (ekspor langsung atau 'direct call' atau permintaan langsung.
Hal ini tentunya sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang mendorong peningkatan daya saing produk pertanian khususnya di pasar global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/karantina-pertanian-manado-memfasilitasi-ekspor-21-ton-kopra-putih-asal-tahuna.jpg)