Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wapres Ma’ruf Amin: Presiden Tegur Menteri Namun Belum Ada Reshuffle

Pandemi Covid-19 telah mengubah secara drastis ritme kerja dan kegiatan Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tribunnews/Rina Ayu
Wapres Maruf Amin 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi Covid-19 telah mengubah secara drastis ritme kerja dan kegiatan Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin. Ia bahkan selama empat bulan tidak melakukan kegiatan di luar rumah dinas.

Masjid Istiqlal Tak Gelar Salat Id

Sebelum masa pandemi Covid-19, KH Ma’ruf selalu mendampingi secara fisik Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet di Istana Bogor atau Kompleks Istana Presiden di Jakarta.

“Sejak pandemi Covid-19, saya mengikuti rapat cabinet secara virtual. Sebelumnya tidak pernah rapat cabinet dilakukan secara virtual,” ujar Wapres KH Ma’ruf Amin dalam wawancara eksklusif di rumah dinas Wapres, Jl Diponegoro, Jakarta, Jumat (9/7).

Wapres baru melakukan kegiatan di luar rumah dinas pada Rabu (8/7) yaitu melakukan kunjuntan kerja ke Kota Sukabumi, Jawa Barat. Di wilayah yang dikategorikan zona hijau tersebut Ma’ruf mendatangi SMA 4 untuk melihat persiapan kegiatan belajar mengajar di era new normal.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif tim Tribun Network dengan Ma’ruf amin mengenai berbagai hal terkait posisinya sebagai pendamping Presiden Joko Widodo di masa sulit akibat pandemi Covid-19.

Saat ini seluruh dunia dilanda pandemi Covid-19, apa saja perubahan yang Anda alami sejak Maret 2020?

Sebagai wakil presiden tentu didalam menjalankan tugas kenegaraan, sering mengikuti sidang kabinet di Istana Bogor maupun di Istana Jakarta. Namun selama pandemi itu saya mengikuti siding kabinet melalui  video conference,  melalui online.

12 Tim Ikuti Undian Perempat Final Liga Champions

Sebelumnya tidak pernah ada, selalu tatap muka secara fisik. Itu kebiasaan baru. Kedua, tidak lagi ada kunjungan secara fisik.  Saya memonitor laporan-laporan dari berbagai daerah melalui online, misalnya  misalnya  dari para gubernur.

Selama empat bulan juga saya tidak keluar rumah. Sebelum saya lama tinggal di rumah, saya sempat berkunjung ke  Gugus Tugas Covid-19, di kantor Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), untuk melihat bagaimana persiapan menghadapi Covid-19.

Di tempat itu saya berdiskusi dan memberikan pengarahan-pengarahan supaya penanganannya lebih efektif. Kalau dulu saya kadang-kadang mengunjungi pesantren saya, namun selama empat bulan belakangan sama sekali tidak.

Hari Rabu (8/7), sudah melakukan kunjungan fisik ke Sukabumi?

Itu untuk pertama kali, karena katanya Sukabumi sudah kawasan hijau, maka lihat pembukaan sekolahnya seperti apa, kemudian persiapannya seperti apa, dan inovasi-inovasinya seperti apa. Selain memakai masker, face shield, juga ada kotak plastik di setiap meja siswa itu. Selain itu siswanya dibagi menjadi tiga shift.

Pembagian tiga shift itu untuk menjaga jarak fisik. Inovasinya bagus. Jadi ada dalam kotak plastik tiga lapis.

Saya juga berdiskusi dengan pemerintahan daerah setempat bagaimana bisa membuat daerah itu hijau, ternyata mereka basis penanganannya itu di tingkat kelurahan.  Kemudian saya ke pesantren, bagaimana pesantren bersiap untuk menerima santrinya.

CHORD Kunci Gitar dan Lirik Lagu Cintaku - Chrisye

Ada program membantu mereka, berupa dana Rp 2,6 triliun untuk membantu pesantren. Di samping itu juga ada bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membantu tempat wudhu, cuci tangan, dan MCK (mandi, cuci, kakus).

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved