Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tangan ABG Ini Lumpuh Karena Kecanduan Game, Main 22 Jam Sehari Selama Lockdown Covid-19 di China

Siswa kelas 9 telah tinggal di rumah sejak Februari setelah sekolah-sekolah di seluruh China ditutup karena wabah virus corona

Editor: Finneke Wolajan
dailymail
ABG China berusia 15 tahun yang kecanduan main game mengalami kelumpuhan di tangan. Sehari, cowok yang dijuluki Xiaobin ini bermain video game selama 22 jam 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bermain video game di komputer selama sebulan, Seorang remaja di Tiongkok tidak dapat menggerakkan lengan dan tangan kirinya.

Anak baru gede (ABG) cowok itu 15 tahun itu dan dijuluki Xiaobin.

Ia asyik bermain video game selama 22 jam sehari ketika tinggal di rumah selama lockdown virus corona, kata ibunya.

Diberitakan dailymail, dia dilarikan ke rumah sakit di kota Nanning di China selatan setelah tiba-tiba pingsan di rumah.

Acara ini baru-baru ini terungkap oleh Nanning Television setelah Xiaobin telah menerima perawatan di Rumah Sakit Jiangbin di provinsi Guangxi sejak insiden itu.

Siswa kelas 9 telah tinggal di rumah sejak Februari setelah sekolah-sekolah di seluruh China ditutup karena wabah virus corona.

Ibu Xiaobin mengatakan bahwa putranya menghabiskan sebagian besar waktunya di kamarnya selama penutupan sekolah.

Ketika orang tuanya bertanya apa yang dia lakukan, Xiaobin menjawab bahwa dia mengambil kelas online.

Orang tua memberi tahu wartawan: ‘Dia menutup jendela dan mengunci pintu. Kami tidak tahu apa yang dia lakukan di sana. "

Sang ibu kemudian menemukan bahwa Xiaobin telah bermain game komputer tanpa henti selama 22 jam sehari.

Dia berkata: ‘Saya melihat percakapan online-nya dengan teman-teman. Dia mengatakan dia tidak cukup istirahat dan tidur paling banyak dua jam sehari. "

Remaja itu dilarikan ke rumah sakit Nanning pada bulan Maret setelah dia tiba-tiba pingsan di rumah.

Xiaobin didiagnosis menderita stroke otak setelah menjalani CT scan. Dia juga kehilangan sensasi di lengan dan tangan kirinya.

Dr Li, seorang spesialis otak di rumah sakit, mengatakan bahwa kondisi bocah lelaki itu disebabkan oleh gaya hidupnya yang tidak sehat dari bermain-main game komputer dan begadang.

Dia mengatakan kepada media lokal: ‘Alasan utamanya adalah dia memiliki pola tidur dan makan yang tidak teratur karena dia tidak di sekolah.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved