Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar China

Kini China Bangun 8 Reaktor Nuklir Baru Mulai Tahun Ini

Reaktor Nuklir yang baru ini akan meningkatkan kapasitas total menjadi 70 gigawatt (GW), naik 43,5% dibanding akhir Mei tahun ini.

Editor: Aldi Ponge
net
Ilustrasi Reaktor Nuklir 

Melansir South China Morning Post, China, bagaimanapun, mampu mengatasi kemungkinan serangan perang dingin baru oleh AS, menurut 90% responden.

Daftar lengkap responden tidak dipublikasikan, tetapi dari nama yang tertera, survei tersebut menghubungi perwakilan dari universitas dan lembaga think tank di China, termasuk Akademi Ilmu Sosial Tiongkok dan Pusat Pengembangan Penelitian Dewan Negara.

Ketegangan antara Beijing dan Washington berkobar di berbagai bidang, mulai Laut China Selatan, Xinjiang dan Tibet, Hong Kong, hingga wabah virus corona baru.

Niall Ferguson, sejarawan di Hoover Institution Stanford University, dalam opini yang terbit di Bloomberg News, mengatakan, perang dingin baru adalah kenyataan, dan China, bukan AS, yang memulainya.

Konflik militer antara China dan AS tidak terhindarkan

“Para pendukung kemitraan persaingan (dengan China) mengabaikan kemungkinan bahwa orang-orang China tidak tertarik menjadi orang-orang gila. Mereka tahu betul, ini perang dingin, karena mereka memulainya,” tulis Ferguson.

Sebanyak 58% responden yang Institut Studi Keuangan Chongyang survei yakin, China dan AS bisa menghindari Perangkap Thucydides, sebuah istilah yang menggambarkan konflik yang tak terhindarkan antara kekuatan yang ada dan penantang.

Konflik militer antara China dan AS tidak terhindarkan, menurut 27% respoden.

Sementara 82% merasa perang dingin baru antara kedua negara akan berbeda dari konflik 1947-1991 antara AS dan Uni Soviet karena saling ketergantungan ekonomi yang lebih besar.

Secara resmi, Beijing ingin mempertahankan hubungan yang baik dengan AS. China juga berkomitmen untuk mengimplementasikan kesepakatan perdagangan fase satu.

Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yuecheng menyatakan pada Rabu (8/7),pemisahan antara dua ekonomi terbesar dunia adalah "tidak praktis" dan tak akan menguntungkan siapa pun.

"Kita harus bekerjasama di mana saja dan kapan saja," kata Le seperti dikutip South China Morning Post.

SUMBER: https://internasional.kontan.co.id/news/sempat-tertahan-china-bangun-8-reaktor-nuklir-hingga-2025

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved