Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar China

Kini China Bangun 8 Reaktor Nuklir Baru Mulai Tahun Ini

Reaktor Nuklir yang baru ini akan meningkatkan kapasitas total menjadi 70 gigawatt (GW), naik 43,5% dibanding akhir Mei tahun ini.

Editor: Aldi Ponge
net
Ilustrasi Reaktor Nuklir 

TRIBUNMANADO.CO.ID - China mulai akan membangun 8 reaktor baru yang akan dimulai tahun ini.

Pembangun  8 reaktor baru ini akan ditargetkan selesai pada 2025

Reaktor Nuklir yang baru ini akan meningkatkan kapasitas total menjadi 70 gigawatt (GW), naik 43,5% dibanding akhir Mei tahun ini.

Melansir China Daily, Kamis (9/72020), seperti Reuters kutip, Asosiasi Energi Nuklir China mengatakan, total kapasitas reaktor nuklir terpasang negeri tembok raksasa akan mencapai 52 GW pada akhir 2020, di bawah target sebesar 58 GW.

PROMO JSM Alfamart dan Indomaret Periode 10-12 Juli 2020, Simak Katalog Berikut Ini!

Tetapi, itu akan segera kembali ke jalur dan bisa membawa kapasitas total, baik yang beroperasi ataupun sedang dalam pembangunan, menjadi sekitar 200 GW pada 2035 mendatang, Asosiasi Energi Nuklir China.

Ambisi energi nuklir China tertahan oleh penundaan proyek-proyek besar yang melibatkan teknologi yang sebelumnya tidak teruji.

Serta, moratorium empat tahun mengacu persetujuan baru, setelah bencana Fukushima di Jepang pada 2011.

Pejabat Pemerintah China pada April lalu menyebutkan, industri nuklir Tiongkok tidak akan terpengaruh wabah virus corona baru.

Tapi, tidak ada reaktor nuklir baru yang mendapat persetujuan tahun ini. Enam dapat lampu hijau tahun lalu.

Kapasitas reaktor nuklir China total mencapai 48,8 GW per akhir Mei lalu.

Angka ini baru 2,5% dari keseluruhan kapasitas pembangkitan listrik Tiongkok, menurut angka dari Badan Energi Nasional.

VIRAL Seorang Ibu Mengamuk Batalkan Pernikahan Anaknya Saat Bersiap Ucapkan Ijab Kabul: Stop, Bapak!

Perang Dingin Amerika Serikat vs China

Amerika Serikat dan China memulai perang dingin mereka di abad ini, dengan berbagai medan pertempuran.

Hampir dua pertiga peneliti Tiongkok dalam survei sebuah lembaga think tank yang berbasis di Beijing mengungkapkan dimulainya perang dingin tersebut.

Sebanyak 62 dari 100 responden dalam survei Institut Studi Keuangan Chongyang, Universitas Renmin, setuju, ketika ditanya, "apakah AS meluncurkan perang dingin baru melawan China?"

Melansir South China Morning Post, China, bagaimanapun, mampu mengatasi kemungkinan serangan perang dingin baru oleh AS, menurut 90% responden.

Daftar lengkap responden tidak dipublikasikan, tetapi dari nama yang tertera, survei tersebut menghubungi perwakilan dari universitas dan lembaga think tank di China, termasuk Akademi Ilmu Sosial Tiongkok dan Pusat Pengembangan Penelitian Dewan Negara.

Ketegangan antara Beijing dan Washington berkobar di berbagai bidang, mulai Laut China Selatan, Xinjiang dan Tibet, Hong Kong, hingga wabah virus corona baru.

Niall Ferguson, sejarawan di Hoover Institution Stanford University, dalam opini yang terbit di Bloomberg News, mengatakan, perang dingin baru adalah kenyataan, dan China, bukan AS, yang memulainya.

Konflik militer antara China dan AS tidak terhindarkan

“Para pendukung kemitraan persaingan (dengan China) mengabaikan kemungkinan bahwa orang-orang China tidak tertarik menjadi orang-orang gila. Mereka tahu betul, ini perang dingin, karena mereka memulainya,” tulis Ferguson.

Sebanyak 58% responden yang Institut Studi Keuangan Chongyang survei yakin, China dan AS bisa menghindari Perangkap Thucydides, sebuah istilah yang menggambarkan konflik yang tak terhindarkan antara kekuatan yang ada dan penantang.

Konflik militer antara China dan AS tidak terhindarkan, menurut 27% respoden.

Sementara 82% merasa perang dingin baru antara kedua negara akan berbeda dari konflik 1947-1991 antara AS dan Uni Soviet karena saling ketergantungan ekonomi yang lebih besar.

Secara resmi, Beijing ingin mempertahankan hubungan yang baik dengan AS. China juga berkomitmen untuk mengimplementasikan kesepakatan perdagangan fase satu.

Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yuecheng menyatakan pada Rabu (8/7),pemisahan antara dua ekonomi terbesar dunia adalah "tidak praktis" dan tak akan menguntungkan siapa pun.

"Kita harus bekerjasama di mana saja dan kapan saja," kata Le seperti dikutip South China Morning Post.

SUMBER: https://internasional.kontan.co.id/news/sempat-tertahan-china-bangun-8-reaktor-nuklir-hingga-2025

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved