Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nilai Tukar Rupiah

Kinerja Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah 0,28 Persen

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan rupiah melemah disebabkan oleh kembali menguatnya kinerja dolar AS.

Editor: Isvara Savitri
Tribun News
Ilustrasi Rupiah dan Dollar AS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Jumat (10/7/2020) rupiah di pasar spot ditutup melemah pada perdagangan sebesar 0,28 persen.

Pelemahan ini terjadi ke level Rp 14.435 rupiah per dolar Amerika Serikat (AS).

Sedangkan di Bank Indonesia (BI), rupiah juga mengalami koreksi sebanyak 0,38 persen ke level Rp 14.501 per dolar AS.

Kendati demikian, rupiah dalam sepekan masih mencatatkan kinerja yang mentereng dengan berhasil menguat 0,61 persen.

Sementara di kurs BI, rupiah juga berhasil mengalami penguatan sebesar 0,45 persen dalam sepekan terakhir.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan rupiah melemah disebabkan oleh kembali menguatnya kinerja dolar AS.

Hal ini tidak terlepas dari rilis klaim jumlah pengangguran di AS yang ternyata jauh lebih baik dari perkiraan pasar.

“Padahal sebelumnya kinerja dolar AS cenderung melemah sehingga rupiah dalam sepekan relatif menguat. Selain itu, beberapa rilis data ekonomi dalam negeri dan kebijakan yang diambil pemerintah juga mampu mengangkat kinerja rupiah pada sepekan ini,” ujar Faisyal kepada Kontan.co.id, Jumat (10/7/2020).

Untuk sepekan ke depan, Faisyal menilai sentimen utama rupiah masih terkait penyebaran virus corona baik dari dalam negeri maupun secara global.

“Akan ada rilis data ekonomi dari tiga bank sentral utama, yakni Jepang, Kanada, Uni Eropa. Jika dari data tersebut ada proyeksi ekonomi yang lebih buruk dari perkiraan, tentu ini bisa jadi tekanan untuk rupiah,” jelas Faisyal.

Dari dalam negeri, rilis data ekonomi berupa data neraca perdagangan akan bisa menjadi sentimen positif bagi rupiah jika datanya lebih baik dari estimasi pasar.

Selain itu ada keputusan terkait suku bunga dari BI, walau pasar sejauh ini sudah mengantisipasi dengan tidak ada pemangkasan suku bunga.

Faisyal memprediksikan kurs rupiah selama sepekan ke depan akan bergerak pada rentang Rp 14.250 per dolar AS-Rp 14.600 per dolar AS.(*)

Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul Dolar AS kembali diburu, kurs rupiah melemah 0,28% ke Rp 14.435.

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved