Update Virus Corona Minut
Dinas PPKB Minut Raih Juara 2 Cegah Covid-19
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Minut menerima penghargaan juara dua lomba Inovasi Cegah Corona Virus Disease (Covid-19)
Penulis: | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang jatuh pada tanggal (29/6/2020) yang lalu.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menerima penghargaan juara dua lomba Inovasi Cegah Corona Virus Disease (Covid-19) dengan kategori jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) lebih dari 25.000 tingkat Sulawesi Utara (Sulut).
Kadis PPKB Minut, Drs Sem Tirayoh mengatakan, berterima kasih kepada Tuhan atas hasil yang telah diraih oleh Kabupaten Minut dimana ini merupakan bentuk kerja tim (team work).
• Hukum Tua Desa Tondey Satu Didemo Warga, Nita: Penyaluran BLT Dandes Sudah Sesuai Aturan
"Atas dukungan dan suport dari ibu Bupati Minut DR (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh. Kegitan ini diikuti 15 kabupaten/Kota di Sulut dan Minut bisa memdapat juara dua," kata Tirayoh, Kamis (9/7/2020) di ruangannya.
Tirayoh juga berterima kasih kepada team work dan seluruh camat yang ada di Minut yang sudah bekerja keras serta bisa mendapatkan juara dua.
"Semua itu juga kesadaran dari masyarakat dan peran serta tim work yang saya katakan tadi sehingga dapat menyatu, sebab kalau tidak ada kekompakan dari seluruh elemen, Minut tidak mungkin mendapat Juara 2, mungkin bisa saja kita Juara 13 atau Juara berapa, untuk itu kita menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh warga Minut dan elemen masyarakat yang sudah mendukung program dalam rangka Puncak Harganas tahun 2020 dengan program dari Kepala BKKBN Pusat yaitu sejuta akseptor dalam rangka mencegah putus pakai selama pandemi Covid-19,” ucapnya.
• E2L Enggan Papan 2, Mochtar Sebut E2L Fokus Pimpin Talaud
Sementara itu, Sekertaris Dinas Olly Koloay STr Kep, mengatakan, bidan itu merupakan sahabat dari perempuan terutama dalam peningkatan kesehatan reproduksi.
“Bidan berperan serta di dalam menyukseskan program sejuta akseptor yang ada, kita Bidan-Bidan ini juga merasa bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya dilakukan oleh kita sendri tapi juga ada peran serta dari pada seluruh elemen masyarakat terutama dari OPD Dinas PPKB, pihak Koramil, Kecamatan, Puskesmas ada Kapus yang berperan serta dalam program sejuta akseptor cegah putus pakai, jadi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kabupaten Minut merasa bangga dengan adanya program sejuta akseptor, walaupun Kabupaten Minut hanya meraih Juara Dua tapi kita tetap mengucapkan syukur karena ada 15 Kabupaten dan Kota di Sulut, untuk itu kita menyampaikan banyak terima kasih,” ujar Koloay selaku Ketua IBI Kabupaten Minut.
Di samping itu, Kabid Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi dr Meyvi J Tuegeh MKes menambahkan, dalam rangka inovasi mencegah putus pakai kontrasepsi selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Minut, Dinas PPKB Kabupaten Minut melakukan inovasi dengan judul Mari Hidup Dengan Kesehatan Reproduksi Terjaga (MAHKOTA).
“Untuk mencapai MAHKOTA ini ada beberapa kegiatan yang kita laksanakan yaitu menyiapkan tempat-tempat pelayanan KB yang bisa diakses oleh pasangan usia subur sesuai dengan kebutuhan mereka di lokasi mereka dimana ada 11 Puskesmas kemudian ditunjang oleh 3 Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Minut dan 3 Klinik KB Bidan Mandiri yaitu Klinik Chelyne di Desa Laikit Kecamatan Dimembe, Klinik Merckel Kolongan Kecamatan Talawaan, dan Klinik Restuti di Kelurahan Sarongsong I Kecamatan Airmadidi.
Kemudian juga kita meminta setiap tempat pelayanan mencantumkan jadwal pelayanan sehingga kalau ada pasangan subur yang membutuhkan informasi mereka itu tidak ragu sehingga mereka dapat dilayani sesuai jadwal yang diberikan.
"Juga ada kegiatan yang kita lakukan yaitu advokasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) melalui postingan Facebook (FB) dari masing-masing PLKB dan masing-masing kami semua yang ada di Dinas PPKB, selama 10 hari berturut-turut mulai serentak setiap hari Pukul 09.00 WITA pagi, jadi memuat postingan tentang cegah putus pakai alat kontrasepsi,"kata Tuegeh.
Dilanjutkannya, Kabupaten Minut mendapat 161 persen dan melewati target yang ada sehingga bisa meraih Juara 2 untuk kategori Daerah yang memiliki jumlah PUS lebih dari 25.000.
• Demi Bertemu Pacar di Jepang, Seorang Ibu Nekat Tinggalkan Anaknya Meninggal Kelaparan
“Ini bukan sekadar pencapaian pengguna KB tapi yang terutama disini adalah menjaga kesehatan reproduksi, jangan nanti ada anggapan karena kita sekarang sudah melebihi target maka tidak usah lagi menghamili ibu-ibu, jadi target yang ada ini, kita harapkan, kesehatan reproduksi akan terjaga karena ada cegah putus pakai alat obat kontrasepsi, karena kita ketahui bersama masa pandemi covid ini banyak yang tinggal dirumah dan ada kemungkinan bisa terjadi baby bloom atau kehamilan yang tidak diinginkan bahkan ada juga penyakit lainnya sehingga nanti kesehatan akan tidak baik, untuk itu kita harapkan bagi ibu-ibu yang ada di rumah, keluarga di rumah, termasuk juga bapak-bapak merupakan akseptor, di masa pendemi covid ini kesehatan bisa terjaga dengan optimal,” harapnya.
Sementara itu, Sekertaris Dinas, Olly Koloay STr Kep, mengatakan, seperti diketahui bahwa Bidan itu merupakan sahabat dari perempuan terutama dalam peningkatan kesehatan reproduksi.