Kesehatan
Mengenal Gejala Usus Buntu Pecah dan Cara Mengatasinya
Seperti dilansir Medical News Today, ketika radang usus buntu tidak diobati, bakteri dan nanah yang menumpuk bisa membuat usus buntu bengkak.
Saat ada infeksi hebat di perut, jaringan di sekitarnya bisa membentuk rongga tempat nanah mengumpul (abses).
Gejala abses ini mirip dengan radang usus buntu. Hal yang membedakan antara lain:
- Rasa sakitnya bisa di satu area atau seluruh perut
- Rasa sakitnya terasa menusuk-nusuk
- Demam lebih lama, bahkan ketika sudah diberi obat
Ketika tidak segera diatasi, bakteri usus buntu yang pecah dapat masuk ke aliran darah dan menimbulkan sepsis atau peradangan di seluruh tubuh.
Gejala sepsis usus buntu di antaranya:
- Demam atau suhu tubuh sangat rendah
- Pernapasan cepat dan jantung berdebar
- Panas dingin
- Lemah
- Bingung
- Tekanan darah rendah
Cara mengatasi usus buntu pecah
Cara mengatasi usus buntu pecah adalah mengeluarkan bagian yang terinfeksi lewat operasi.
Peritonitis diobati dengan membersihkan rongga perut selama operasi. Tujuannya, agar tidak ada sisa bakteri yang tertinggal.
Setelah itu, biasanya penderita diberi antibiotik selama beberapa minggu untuk memastikan infeksi bakteri tuntas.
Jika radang jaringan tubuh yang bernanah (abses) cukup besar, dokter terkadang akan menguras kotoran lukanya sebelum operasi.
Caranya dengan memasukkan tabung ke dalam abses dan membiarkan bakteri dan nanah mengalir ke luar. Proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu.
Setelah abses terkuras dan infeksi serta peradangan terkontrol, dokter umumnya baru melakukan operasi diikuti perawatan dengan obat antibiotik.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gejala Usus Buntu Pecah yang Bisa Menimbulkan Komplikasi Serius".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-usus-buntu-2_20181003_183955.jpg)