NEWS
PA 212 Siap Lakukan Jihad Demi Melindungi Ulama, Tak Mau Alami Nasib Seperti Novel Baswedan
Slamet Maarif menyebut ormas Islam tegas meminta pengusul rancangan undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dapat diseret ke ranah hukum.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua PA 212 Slamet Maarif menegaskan PA 212 dan ormas Islam lainnya siap berjihad agar para ulama tidak bernasib seperti penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Slamet mengatakan pada jawara, laskar, akan bersiap membela ulama.
"Artinya, kalau ada siapa pun yang ingin mencoba mengganggu ulama dan tokoh kita, mereka siap jihad untuk menghadapinya," tegasnya
"Kejadian yang menimpa Novel Baswedan kan sangat memprihatinkan."
"Kita tidak ingin ada ulama kita mengalami hal yang sama."
"Oleh karenanya, laskar akan menjaga mereka semua," tuturnya.
Slamet Maarif menyebut ormas Islam tegas meminta pengusul rancangan undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dapat diseret ke ranah hukum.
RUU HIP, kata Maarif, diduga telah melanggar ketentuan dalam dasar negara Indonesia.
"Penegak hukum harus segera menyelidiki, kalau memang terbukti melanggar undang-undang, ya, harus dipidanakan," ucap Maarif, dalam acara Apel Siaga Ganyang Komunis.
Ada pun ormas atau partai yang terbukti sebagai insiator RUU HIP harus juga harus dibubarkan.
"Mereka telah berupaya untuk mengubah Pancasila," cetus Maarif.
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis menilai pihak yang ingin mengubah Pancasila menjadi trisila atau ekasila sebagai upaya makar.
"Jangan sampai nanti rakyat akan mengambil langkah sendiri, karena tidak percaya penegak hukum. Siap bantai komunis, tegakkan hukum," tegas Sobri.
Sebelumnya, peserta agenda apel siaga ganyang komunis membacakan ikrar antikomunisme.
Peserta apel terdiri dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam seperti Front Pembela Islam (FPI), PA 212, dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.