Info Kesehatan
INI Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah Usus Buntu
dalam banyak kasus, penyebab usus buntu tidak diketahui secara pasti.Para ahli percaya kondisi itu disebabkan oleh penyumbatan pada usus buntu.
Pasien biasanya baru dapat bangun dan bergerak dalam waktu 12 jam setelah operasi.
Sementara, pasien pascaoperasi usus buntu dapat kembali ke rutinitas normal kurang lebih membutuhkan waktu 2-3 minggu.
Namun, jika pasien memilih tindakan laparoskopi, pemulihan mungkin akan lebih cepat.
Setelah operasi usus buntu, hubungi dokter jika Anda memiliki:
* Muntah yang tidak terkontrol
* Nyeri perut meningkat
* Pusing atau merasa ingin pingsan
* Ditemukan darah saat muntah atau kencing
* Peningkatan rasa sakit dan kemerahan di perut yang diperasi
* Demam
* Nanah di luka
* Komplikasi usus buntu
Jika tidak diobati, usus buntu yang meradang dapat pecah hingga menumpahkan bakteri dan puing-puing ke dalam rongga perut, bagian tengah tubuh.
Di sana, terdapat hati, lambung, dan usus.
Kondisi ini dapat menyebabkan peritonitis, yakni peradangan serius pada lapisan rongga perut (peritoneum).
Itu bisa mematikan kecuali diobati dengan antibiotik yang kuat.
Kadang-kadang, abses terbentuk di luar bagian yang meradang.
Jaringan parut kemudian "menutup dinding" usus buntu dari sisa organ.
Ini membuat infeksi tidak menyebar.
Tetapi usus buntu yang abses dapat merobek dan menyebabkan peritonitis.
Cara mencegah usus buntu
Tidak ada cara untuk mencegah radang usus buntu.
Tetapi mungkin kurang umum pada orang yang makan makanan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran segar. (Kompas.com/ Irawan Sapto Adhi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Usus Buntu: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah
Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Ketahui Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah Usus Buntu, https://bangka.tribunnews.com/2020/07/06/ketahui-gejala-penyebab-cara-mengobati-dan-cara-mencegah-usus-buntu?page=all