Breaking News:

Update Virus Corona Manado

Beberapa Pemuka Agama di Manado Menyatakan Belum Membuka Tempat Ibadah

Akibat penyebaran Covid-19 di kota Manado yang semakin meningkat, pemuka agama di Kota Manado membahas pembukaan rumah ibadah

Istimewa
Suasana tempat ibadah di kota Manado belum lama ini 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Akibat penyebaran Covid-19 di kota Manado yang semakin meningkat, pemuka agama di Kota Manado membahas pembukaan rumah ibadah bersama Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, Kamis (2/7/2020).

Gugus Tugas Kota Manado sekaligus Wali Kota GS Vicky Lumentut, setelah mempertimbangkan beberapa ketentuan terkait penanganan Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui Gugust Tugas Nasional, Kementrian Agama, dan Peraturan Gubernur.

Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut dalam kesempatan pertama melakukan sosialisasi, dan tatap muka kepada 1.200 pemuka agama di Manado pada 1 Juli 2020.

"Pertimbangan zonasi risiko dan kesiapan penanggung jawab pengelola rumah ibadah dalam memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Gugus Tugas menjadi pertimbangan utama," ucap Wali Kota.

Wanita Cantik Asal Tondano Ini Tak Lagi ke Manado Semenjak Pandemi Covid-19

Tegas Wali Kota, jika hanya mempertimbangkan zonasi risiko Kota Manado ditetapkan sebagai zona merah, maka kegiatan di rumah ibadah belum dapat dilaksanakan.

"Tapi karena Pak Gubernur sudah mengeluarkan kebijakan untuk kita pedomani dan keputusan Gugus Tugas Nasional menyerahkan keputusan kepada Gugus Tugas setempat. Maka saya putuskan tidak akan mengeluarkan izin, tetapi kriteria harus dipenuhi jika direncanakan untuk diaktifkan kembali kegiatannya," tegasnya.

Wali Kota juga sampaikan, menjadi tanggung jawabnya adalah tanggung jawab bersama, baik gugus tugas maupun pimpinan umat.

Ini Kriteria Pembukaan Aktivitas Berdasarkan Zonasi

Berikut beberapa kriteria yang dibacakan Sekretaris Gugus Tugas Kota Manado sekaligus Sekretaris Daerah Kota, Micler C S Lakat.

a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah
b. Melakukan pembersihan dan disinfektan secara berkala di rumah ibadah.
c. Membatasi jumlah anggota jemaat/anggota jemaah yang hadir, tidak boleh lebih dari 30% (tiga puluh persen) dari jumlah keanggotaan secara keseluruhan dan melihat kemampuan kapasitas rumah ibadah.
d. Mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk rumah ibadah. Jika terdapat AC lakukan pembersihan filter secara berkala.
e. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk rumah ibadah (tidak berpapas-papasan), guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.
f. Menyediakan fasilitas tempat cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah.
g. Menyediakan alat pengecekan suhu tubuh di pintu masuk bagi seluruh peserta ibadah. Jika ditemukan peserta dan pengguna rumah ibadah dengan suhu lebih dari 37.5 derajat celsius (dua kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki rumah ibadah.
h. Melakukan pengaturan jumlah umat/jemaah pengguna ruumah ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan untuk memudahkan pembatasan jaga jarak.
i. Mempersingkat durasi waktuu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah.

Kapan Puncak Wabah Covid-19 di Tanah Air? Pakar Epidemiologi UI Ungkap Begini

Kemudian kewajiban Masyarakat yang akan melaksanakan Ibadah di Rumah Ibadah.

1. Kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah :
a. Jemaat/umat dalam kondisi sehat.
b. Meyakini bahwa rumah ibadah yang akan digunakan telah memiliki Surat Keterangan Aman Covi19 dari pihak yang berwenang.
c. Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah.
d. Membawa seluruh peralatan ibadah sendiri termasuk kitab suci, sajadah, dan lain sebagainya.
e. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan
f. Menjaga jarak antar jemaah/umat minimal 1 (satu) meter.
g. Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atauu berkumpul di area rumah ibadah selain untuk kepentingan ibadah yang wajib
h. Melarang beribadahh di rumah ibadah bagi anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid19.
i. Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadahh sesuai dengan ketentuan.

Dalam surat sudah ditandatangani oleh Pimpinan Umat selaku Penanggung jawab rumah ibadah tersebut, juga terdapat pernyataan untuk bersedia bertanggung jawab dan melakukan penghentian kegiatan beribadah serta penutupan sementara rumah ibadah, jika dalam perkembangan pelaksanaan kegiatan ibadah di rumah ibadah timbul kasus penularan ditemukan ketidaktaatan terhadap protokol yang telah ditetapkan.

Wali kota katakan, dengan dimasukkannya surat seperti ini kepada Gugus Tugas Kota Manado, maka dapat mendokumentasikan sekaligus mengawasi rumah ibadah yang telah mulai melaksanakan kembali kegiatannya.

"Meski telah diberikan Pada bagian akhir sosialisasi, beberapa pemuka agama yang menjadi penanggung jawab rumah ibadah secara tegas menyatakan, bahwa pihaknya tetap memilih untuk belum mengaktifkan kegiatan di rumah ibadah sambil tetap mengikuti perkembangan zonasi risiko dan penyebaran kasus Covid-19 di wilayahnya," tutup Wali Kota.(fis)

Lowongan Pekerjaan, Ini Daftar Perusahaan yang Buka Lowongan Kerja, Menerima Lulusan SMA hingga S1

Penulis: Fistel Mukuan
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved