Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sains

Organisasi Meteorologi Dunia Mencatat Fenomena Kilat Terlama dan Terpanjang dalam Sejarah

Selain kilat terlama, WMO juga melaporkan catatannya mengenai kilat terpanjang dalam sejarah. Kilat di Brasil Selatan berhasil memecahkan rekor itu.

Editor: Rizali Posumah
WORDPRESS
Ilustrasi kilat.Kilat terlama terjadi di Argentina pada 4 Maret 2019. Menyala hampir 17 detik atau lebih tepatnya selama 16,73 detik. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah laporan yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) Kamis, (25/6/2020), mengungkapkan adanya kilat dengan durasi yang lama.

Kilat ini terjadi di Argentina pada 4 Maret 2019, dan dicatat sebagai kilat terlama dalam sejarah, menyala hampir 17 detik atau lebih tepatnya selama 16,73 detik.

Kilat ini mengalahkan rekor sebelumnya yang terjadi di Perancis Selatan pada 30 Agustus 2011.

Menurut catatan WMO, kilat yang terjadi di Perancis Selatan pada 2011 terjadi selama 7,74 detik.

Selain kilat terlama, WMO pun juga melaporkan catatannya mengenai kilat terpanjang dalam sejarah.

Kilat yang terjadi di Brasil Selatan berhasil memecahkan rekor tersebut dengan panjang kilat 440 mil atau sekitar 708 kilometer.

Kilatan tunggal yang terjadi pada 31 Oktober 2018 ini setara dengan jarak dari Boston ke Washington, DC.

Sementara rekor kilat terpanjang sebelumnya diukur pada 20 Juni 2007 di negara bagian Oklahoma, AS yang mencapai 321 kilometer.

"Ini adalah catatan luar biasa dari peristiwa kilat tunggal, memperlihatkan apa yang mampu dilakukan oleh alam serta kemajuan teknologi dalam melakukan pencatatan seperti itu," ungkap Randall Cerveny, kepala pelapor cuaca dan iklim ekstrem WMO, seperti dikutip dari Gizmodo, Sabtu (27/6/2020).

Kilat terjadi ketika dua daerah bermuatan listrik di atmosfer atau tanah sementara berada dalam posisi sama.

Ketika awan badai terbentuk, mereka mengisi dengan muatan listrik.

Partikel yang lebih ringan dan bermuatan positif terbentuk di bagian atas awan. Partikel yang lebih berat dan bermuatan negatif terbentuk di bagian bawah.

Dan ketika kedua partikel menjadi cukup besar, terjadilah kilat.

Biasanya, kilat itu hanya beberapa kilometer panjangnya.

Namun terkadang, selama badai besar seperti yang sering terlihat di Amerika Selatan pada musim panas, kilat dapat mencapai skala besar kata yang mereka membentuk megaflash dengan panjang mencapai ratusan kilometer.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved