Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik Israel dan Palestina

Israel Perluas Kedaulatan ke Tepi Barat, Hamas Siap Deklarasikan Perang

"Rencana Israel adalah pencurian tanah Palestina terbesar dalam beberapa dasawarsa," kata juru bicara Izzadin al-Qassam, Abu Obeida.

Editor: Isvara Savitri
Sky News
Bentrokan terjadi antara polisi Israel dengan warga Palestina setelah rencana perdamaian yang digulirkan Presiden AS Donald Trump bocor ke media, Jumat (24/1/2020) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TEPI BARAT - Israel rencananya akan memperluas kedaulatannya ke sejumlah wilayah Tepi Barat. Hal ini tentu ditanggapi Hamas sebagai "deklarasi perang" terhadap Palestina.

Dilansir dari Jerusalem Post, Izzadin al-Qassam, yang disebut sayap "militer" Hamas, mengatakan pada Kamis bahwa Israel akan menyesali tindakan tersebut.

"Rencana Israel adalah pencurian tanah Palestina terbesar dalam beberapa dasawarsa," kata juru bicara Izzadin al-Qassam, Abu Obeida dalam sebuah pernyataan seperti yang dilansir Jerusalem Post.

Dia menambahkan, "Proyek perlawanan adalah untuk menghilangkan pendudukan dari semua tanah Palestina yang bersejarah," katanya.

Abu Obeida juga mengecam rencana itu sebagai proyek "kriminal".

"Kami tidak akan banyak bicara, dan kami tidak akan membuat lebih banyak pernyataan. Kami akan melakukan perlawanan dan menganggap keputusan ini sebagai deklarasi perang terhadap rakyat Palestina. Perlawanan, dalam perang ini, akan menjadi penjaga yang setia dan dapat dipercaya dalam membela rakyat kita dan tanah serta tempat suci mereka,” tegasnya.

Abu Obeida mengatakan Hamas akan membuat Israel "menyesali" keputusannya untuk menerapkan kedaulatannya di beberapa bagian Tepi Barat.

Pernyataannya itu ditegaskan untuk memperingati hari ketika tentara IDF Gilad Schalit dipenjara pada 25 Juni 2006. Schalit ditangkap oleh Hamas dalam serangan lintas perbatasan melalui terowongan di dekat perbatasan Israel.

Abu Obeida mengatakan, penculikan Schalit mengakibatkan pembebasan sejumlah besar tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.

Pertukaran tahanan adalah hasil dari perjanjian 2011 antara Israel dan Hamas untuk membebaskannya dengan imbalan 1.027 tahanan, terutama Palestina dan Arab-Israel.

Mencapai perjanjian pertukaran tahanan baru sekarang berada di puncak daftar prioritas kelompoknya, kata Abu Obeida.(*)

Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul Israel akan caplok Tepi Barat, Hamas siap deklarasikan perang.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved