Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bank Dunia

Kenapa Bank Dunia Sarankan Indonesia Naikkan Cukai Tembakau? Ini Alasannya

Untuk meningkatkan pengeluaran sektor kesehatan untuk mendukung pencapaian UHC, perlu menyederhanakan struktur pajak tembakau dan meningkatkan pajak.

Editor: Rizali Posumah
Kompas.com/Andri Donnal Putera
Sri Mulyani bercerita saat dirinya diajukan jadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah RI disarankan Bank Dunia (World Bank) untuk meningkatkan cukai produk tembakau di tingkat nasional dan menyederhanakan struktur pajak tembakau untuk mendukung pencapaian UHC (Universal Health Coverage).

"Untuk meningkatkan pengeluaran sektor kesehatan untuk mendukung pencapaian UHC, perlu menyederhanakan struktur pajak tembakau dan meningkatkan pajak cukai tembakau di tingkat nasional," kata Senior Health Specialist Bank Dunia, Pandu Harimurti dalam konferensi video, Rabu (24/6/2020).

Adapun saat ini, Indonesia telah mencatatkan kemajuan yang luar biasa dalam upaya menuju cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage/UHC).

Cakupan telah meningkat sampai 82 persen dari jumlah penduduk, sejak JKN diperkenalkan pada tahun 2014.

Namun kata Pandu, ada beberapa tantangan yang masih dihadapi Indonesia di bidang kesehatan, seperti menurunkan angka kematian ibu, menurunkan prevalensi stunting, dan mengurangi TBC.

"Ketimpangan dalam outcomes kesehatan karena wilayah dan pendapatan pun masih terjadi sehingga memberikan penekanan pentingnya tata kelola dan sistem informasi kesehatan yang baik agar dapat memperbaiki penggunaan sumber daya agar lebih tepat sasaran," ujar Pandu.

Untuk itu, Bank Dunia juga merekomendasikan pemerintah untuk memberikan subsidi premi di sektor informal untuk menarik lebih banyak anggota yang sehat.

Selanjutnya, melakukan pemutakhiran premi JKN berdasarkan analisis aktuaria, serta memantau dan melacak belanja kesehatan yang diamanatkan oleh Undang-Undang.

"Dan memperkuat kaitannya antara dana yang ditransfer ke daerah dari pemerintah pusat dengan kinerja Pemerintah Daerah."

"Kinerja tersebut bisa ditekankan pada beberapa program prioritas," pungkasnya.

Dicibir Waktu Pacaran, Anang Hermansyah Kasihan Ashanty Dianggap Pelakor Setelah Cerai Krisdayanti

KABAR BAIK, Masa Kerja 881 Tenaga Kontrak di Pemkot Tomohon Segera Diperpanjang

Setelah Pensiun Dari UFC, Conor McGregor Hendak Jadi Petinju?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bank Dunia Sarankan Indonesia Naikkan Cukai Tembakau, Apa Alasannya?".

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved