Berita Sulut
Pemprov Dorong Produktivitas Kelapa di Sulut
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus berupaya mendorong Produktivitas kelapa di Bumi Nyiur Melambai
Penulis: Erlina Langi | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus berupaya mendorong Produktivitas kelapa di Bumi Nyiur Melambai.
Bahkan gubernur Olly Dondokambey, saat ini telah menyiapkan strategi untuk mengembalikan kejayaan kelapa di Sulut, salah satunya adalah peremajaan dengan bibit kelapa unggul.
Bahkan untuk mensukseskan strategi tersebut, Olly secara langsung meminta Balit Palma terus mengembangkan bibit kelapa unggul untuk meningkatkan produksi kelapa di Sulut.
Gubernur mengatakan peremajaan kelapa melalui penanaman bibit kelapa unggul yang mampu berbuah besar dan banyak ketika dipanen dapat meningkatkan perekonomian petani kelapa.
• Ada Keluhan Kelangkaan LPG 3 Kg, Disperindagkop Bolsel Sidak Pangkalan
"Tentunya kita harus lakukan perbaikan untuk tanaman kelapa kita agar supaya cost produksinya untuk kelapa ini turun. Kalau dulu satu kali nae tiga oki itu orang dapat 30 butir sekarang nae tinggal satu setengah oki yang ada jadi biaya manjatnya udah tidak bisa nutupi kelapa yang turun kebawah ini, tidak bisa nutupi biaya produksi," katanya
Olly pun optimis jika program pengembangan bibit kelapa unggul tuntas maka tanaman kelapa kembali menjadi primadona di Sulut.
"Saya kira kalau ini kita bisa tuntaskan, kelapa bisa menjadi primadona lagi di Sulut misalnya Balit Palma sudah punya bibit-bibit unggul yang bisa kita kembangkan cara pembibitannya ini yang harus kita dorong," tuturnya.
• BREAKING NEWS: Kecelakaan Antar Truk Pengangkut Gas Terjadi di Jalan Trans Sulawesi
Disamping itu, OD juga menerangkan bahwa Pemprov Sulut berupaya menyediakan lahan ratusan hektar untuk mendukung penuh pengembangan kelapa.
"Dukungan dari Pemprov kan jelas bahwa kami sementara bernegosiasi dengan Menteri BUMN yang PTPN 14 untuk kita ambil alih lahannya," ucap dia
"Sebab kalau itu dioleh pemerintah akan kasih ke Balit Palma 100 hektar dan 100 hektare itu ke Unsrat. Denga begitu untuk baperson pariwisata yang ada di KEK Pariwisata jadi 200 hektar itu penggunaannya untuk penelitian kelapa, itu komitmen kita nggak pernah keluar dari situ," terangnya.
• Ini Penjelasan Komisi I DPRD Minut Terkait Pungutan Administrasi di Watutumou III
OD juga menerangkan bahwa selain mengembangkan kelapa, dirinya tengah berupaya meningkatkan pemasaran kelapa dengan mendorong jalur pemasaran internasional melalui Manado dan Bitung untuk mengurangi biaya transportasi.
"Masalah pemasaran kita distribusi kita masih selalu harus ke Jawa tidak lewat laut, tugas saya supaya jalur Bitung Manado ini internasional sana bisa dibuka secara seluas luasnya sehingga produk kelapa ini mendapatkan nilai tambah yang lebih," ucapnya
Sebab sampai saat ini, tambah dia, memang nilai tambah buat para petani kelapa belum dirasakan secara maksimal karena pertama dikenakannya PPN 10 persen, hasil-hasil pertanian sehingga banyak harganya menurun.
• KPU Bolsel Bakal Usulkan Perpanjangan Cuti Komisioner yang Sakit
"Kedua biaya transportasi masih mahal dan harus ke Jawa dulu baru naik lagi ke atas, kendala-kendala itu kan. Nah itu yang harus kita lakukan supaya betul-betul kelapa itu dapat dirasakan secara langsung seperti dulu lagi," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulut, Refly Ngantung mengatakan, saat ini pemanfaatan untuk lahan kelapa seluar 281 ribu hektare.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gubernur-sulut-olly-dondokambey-setir-mobil-truk-warna-merah-234.jpg)